Tampilkan postingan dengan label Tips Monetisasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Monetisasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 November 2013

Berapa Banyak Trafik yang Saya Butuhkan Untuk Menghasilkan Uang?

0 komentar
Ini adalah satu pertanyaan yang sering diajukan oleh teman-teman kepada saya, selain 4 pertanyaan tentang blogging yang paling saya benci, karena tidak bisa saya jawab.

Berapa sebenarnya trafik yang dibutuhkan untuk dapat menghasilkan uang dari blog?

Memang itu adalah pertanyaan yang sangat menarik, yang ingin diketahui oleh banyak sekali blogger yang baru saja memulai blog mereka, dan berancang-ancang untuk mendapatkan uang dari blog. Namun, haruskah saya sampaikan kepada Anda sedari awal tulisan ini bahwa tidak ada jawaban yang benar terhadap pertanyaan ini, ataukah saya sampaikan di akhir nanti?

Ya. Saya memilih mengatakan sekarang. Mungkin Anda membenci saya, karena kecewa. Tapi, saya sampaikan hal ini adalah untuk 'kebaikan' Anda. Hehehe.....

Apakah cukup membantu Anda sebagai gambaran, kalau saya katakan, bahwa salah satu blog saya yang mendapatkan rata-rata pageview per hari sebanyak 10.000, hanya mampu menghasilkan tidak lebih dari $200 per bulan? Saya berani katakan: sama sekali tidak! Kenapa? Karena memang tidak bisa dijadikan pijakan.

Semua adalah RELATIF

Banyak dan sangat banyak faktor yang mempengaruhi seberapa besar penghasilan Anda dari blog. Di antaranya, darimana pengunjung Anda berasal, apa niche blog Anda, tata letak dan desain blog, pengiklan yang bekerja sama dengan Anda, produk yang Anda juga dan masih banyak dan banyak lagi lainnya.

Mari kita ambil contoh, Google Adsense, karena banyak sekali yang menjalankannya. Penghasilan Adsense berdasarkan jumlah klik yang Anda dapat. Untuk setiap klik Anda mendapatkan sejumlah nilai uang. Nilai klik ini sangat bervariasi, tidak sama, dari yang terkecil sampai yang terbesar.

Dari pengalaman, saya mendapatkan mulai dari $0,01 sampai $2 per klik, di hari yang sama, dan di blog yang sama. Ini tentu saja adalah sebuah perbedaan yang sangat jauh!

Hal lainnya yang sangat bervariasi adalah CTR. Hari ini Anda mendapatkan 2%, besok 4%, besoknya lagi hanya mencapai 1,5%.

Sudah ada gambaran? Pertanyaan favorit: berapa banyak trafik yang dibutuhkan untuk menghasilkan uang, rasanya tidak relevan lagi sekarang, bukan?

Pendekatan yang benar
Oke, saya mulai mengerti. Tapi kapan waktu terbaik untuk memontisasi blog saya?

Saya pernah menulis tentang: kapan waktu yang tepat untuk memonetisasi blog. Di situ saya sampaikan bahwa tidak ada yang salah, jika Anda sedari awal membuat blog sudah dioptimalkan untuk menghasilkan uang. Namun semua pilihan ada sisi baik dan buruknya. Semua tergantung pilihan Anda sendiri.

Namun secara umum, banyak blogger menyarankan agar Anda perlu membangun dulu pertumbuhan trafik yang signifikan, terutama mereka yang mengunjungi kembali blog Anda. Atau setelah mendapatkan jumlah pelanggan baik melalui email maupun melalui RSS. Berapa jumlah tepatnya? Tidak ada angka yang pasti.

Saran terbaik yang bisa sampaikan adalah, cobalah untuk membangun kredibilitas, kepercayaan, tunggu sampai sedikit banyak Anda mendapatkan apresiasi dari pembaca Anda. Setelah itu bertahap Anda mulai memonetisasi blog. Berpikirlah bahwa blog Anda adalah asset dan bisnis jangka panjang.

Berilah dulu, baru meminta
Ini prinsip hampir dalam setiap hal. Jika ingin menerima, Anda harus memberi lebih dulu. Bangun dulu reputasi. Buatlah konten gratis untuk pembaca Anda. Tulislah ebook dan berikan kepada pembaca dengan cuma-cuma. Orang tidak akan mau membayar sesuatu dari orang yang belum memiliki otoritas.

Saya suka mengumpamakan blog seperti sebuah software versi trial. Berapa lama waktu trial tersebut, terserah, bisa 2 bulan, 6 bulan, mungkin juga 2 tahun?

Giliran Anda berbicara
Saya sangat menyukai jika Anda mau berbagi pengalaman tentang topik ini. Berapa lama Anda butuhkan untuk menghasilkan $1000 pertama dari kerja online? Bagaimana reaksi pembaca setia Anda pada saat pertama kali Anda memasang iklan di blog Anda?

Sukses selalu untuk kita semua.

Salam.

Selasa, 03 September 2013

5 Hal yang Membuat Blog Anda Belum Bisa Menghasilkan Uang

0 komentar
Sebelum dapat menghasilkan uang dari blog, ada beberapa hal yang mesti ada siapkan. Jika hal ini belum Anda miliki, maka blog Anda belum akan menghasilkan apa-apa.

Nah, inilah 5 hal yang menjadi alasan mengapa blog Anda belum dapat menghasilkan uang:

1. Anda belum memiliki produk
Loh? Saya tidak ingin jualan barang kok, saya hanya ingin mengelola blog dengan menulis konten disana, bukan ingin berjualan barang!

Oke, jangan salah paham. Ya betul, konten. Itulah produk Anda. Konten atau artikel adalah produk bagi seorang blogger.

Seperti di dunia nyata, jika Anda ingin menghasilkan uang, Anda harus memiliki produk untuk dijual. Tapi sayangnya banyak orang tidak menerapkan prinsip yang sama di dunia online.

Anda telah menghabiskan waktu beberapa jam untuk membuat blog baru, telah memposting 10 artikel, itu belum bisa dikatakan Anda telah memiliki produk. Sampai disini Anda baru sebatas mengikuti instruksi dasar bagaimana membuat blog, lantas menghabiskan beberapa hari untuk menulis 10 artikel.

Blog baru dengan 10 artikel, masih jauh bisa dikatakan sebagai produk ataupun sebuah layanan. Bukankah saya telah bekerja dan bersusah payah? Tentu. Anda telah melakukan sesuatu, Anda telah mengeluarkan 'keringat' membuat blog, serta telah memeras otak untuk menulis kontennya. Betul. Tapi tidak ada menyuruh Anda! Tidak ada yang meminta Anda untuk menuliskan pengalaman liburan Anda di Bali. Tidak ada yang menyuruh Anda untuk menulis situs-situs favorit Anda. Tidak ada!

Membuat blog dan mengisinya dengan berbagai konten, bukanlah sebuah produk. Sebuah blog baru bisa dikatakan telah memiliki produk, HANYA ketika Anda telah menyajikan konten yang diharapkan, dicari dan diinginkan oleh orang lain.

Bahkan, bila Anda mampu membuat artikel terbaik sejagat raya, tidak akan banyak berguna, jika tidak ada orang yang mencarinya, menginginkannya dan membacanya! Butuh waktu dan proses guna merubah blog Anda menjadi sebuah produk yang layak untuk dijual.

Orang mengunjungi blog Anda, karena mereka menginginkan konten Anda, produk Anda! Milikilah dulu sebuah produk, uang akan datang dengan sendirinya.

2. Kekecawaan di awal perjuangan
Jika Anda berharap dan berpikir dapat menghasilkan uang sejak hari pertama Anda blogging, berarti Anda sedang menyiapkan diri untuk kecewa. Saya pun demikian. Untungnya saya segera menyadari, bahwa itu sesuatu yang salah.

Seperti yang pernah saya alami, di awal 'perjuangan', akan butuh ratusan jam untuk membuat blog Anda menjadi lebih baik dan bisa menyajikan konten yang bagus.

Jika Anda melakukannya semata demi uang, jika setiap menit yang Anda habiskan untuk blogging dihitung sebagai jam kerja yang harus dibayar, maka yang akan Anda dapatkan pasti hanya sebuah kekecewaan.

Jangan berharap mendapatkan hasil dengan cepat. Jangan biarkan diri Anda tenggelam dalam kekecewaan yang tidak perlu. Semua hanya sekedar butuh waktu.

3. Tidak mematuhi aturan
Hal berikutnya yang mungkin menjadi alasan kenapa blog Anda belum juga mendatangkan uang adalah karena ketidakpatuhan Anda sendiri.

Anda mungkin berpikir bahwa internet adalah sebuah dunia yang bebas. Anda bebas untuk berbicara apa saja. Anda bebas untuk menulis apa saja. Pokoknya Anda bebas melakukan apa saja.

Anda salah!

Ketika mendapatkan akun afiliasi atau akun periklanan (semisal Adsense), Anda sedang menjalin sebuah kesepakatan. Anda sedang berada pada sebuah perjanjian bisnis! 

Saya masih melihat, banyak orang membuat blog baru, lalu beberapa hari kemudian membuka akun Adsense. Mereka pun mulai memenuhi blog mereka dengan iklan, tanpa benar-benar membaca dan mengerti TOS (term of service), yang berisi perjanjian dan aturan dalam menjalankan Adsense.

Adsense memiliki aturan yang harus dipatuhi, tentang konten apa yang boleh dan tidak, dimana iklan ditempatkan, berapa banyak iklan yang boleh dipasang dan lain sebagainya. Jika Anda melanggar peraturan tersebut, Anda akan diputus secara sepihak oleh Adsense sebagai mitra. Hal yang sama juga berlaku untuk program sejenis lainnya.

Intinya, kita tidak boleh melanggar peraturan. Kita sedang menjalin sebuah kontrak kerjasama bisnis dengan mereka. Apa kira-kira yang akan Anda lakukan, ketika menjalin kerjasama dengan seorang teman, kemudian teman tersebut melanggar perjanjian yang telah disepakati?

Banyak orang belum mampu mendapatkan uang dari blog mereka karena hal ini. Taati peraturan, itu cara yang benar menghasilkan uang dari blog Anda.

4. Blog Anda mungkin dianggap spam
Ketika orang baru pertama kali mengunjungi sebuah situs, dan menemukan bahwa situs tersebut penuh dengan iklan, apa yang dipikirkan? Orang akan mudah curiga sekaligus bertanya, apakah situs ini ingin membantu saya, atau hanya sebatas menginginkan uang dari saya?

Internet penuh dengan situs-situs yang ingin 'meminta' tanpa berusaha untuk 'memberi'. Situs semacam ini hanya sebuah tempat pemasangan iklan, sedikit sekali atau bahkan tidak ada nilai lebih untuk pengunjung. Orang-orang membenci situs semacam ini, dan mereka akan dengan cepat menekan tombol back segera setelah melihatnya kurang dari 1 detik!

Jika Anda memasang iklan atau menawarkan produk, sementara blog Anda tergolong masih baru dan belum dikenal baik, akan mudah orang menjadi salah persepsi. Mereka akan menganggap blog Anda sebagai spam.

Di awal-awal blogging, Anda melakukan promosi mengenalkan blog Anda. Anda mengatakan melalui berbagai media sosial bahwa blog Anda penuh dengan informasi bermanfaat. Orang belum mengenal Anda. Mereka tentu saja tidak akan percaya begitu saja. Kemudian karena penasaran mereka mulai mengunjungi blog Anda. Ternyata yang mereka temukan hanyalah blog yang dipenuhi berbagai iklan atau penawaran suatu produk, dengan desain yang buruk. Sudah pasti mereka akan menganggap blog Anda sebagai spam.

Yang menjadi permasalahan utama adalah: Anda belum mendapatkan kepercayaan! Di awal-awal, orang-orang mengunjungi blog Anda, karena 'diminta' oleh Anda. Tapi siapa Anda? Kenapa saya harus mempercayai Anda? Di awal-awal, Anda bukan siapa-siapa. Anda bukan apa-apa di antara jutaan blogger lainnya di dunia! Dan tidak ada satupun yang mempercayai Anda.

Hanya setelah Anda berhasil membangun trust. Hanya setelah blog Anda mulai dibicarakan dan diapresiasi. Anda baru mulai dapat menghasilkan uang dari blog Anda. Orang yang datang setelah mendengar kabar baik mengenai blog Anda, tidak akan memiliki perasaan curiga. Mereka percaya, karena reputasi Anda.

Ada perbedaan yang sangat besar antara mereka yang mengunjungi blog Anda karena mendengar informasi bahwa blog Anda 'luar biasa', dengan mereka yang berkunjung karena Anda memohon kepadanya.

5. Uang nomor 1, pembaca nomor 2
Ini yang menyebabkan blog Anda belum menghasilkan uang berikutnya. Jika Anda memulai blogging dengan mengharap langsung mendapatkan uang dengan cepat, maka tidak akan mendapatkan apa-apa.

Di awal-awal perjalanan, Anda harus memfokuskan perhatian terhadap pembaca dan pengunjung blog Anda. Kerahkan segenap energi kreatif Anda untuk membantu orang lain, untuk memberi manfaat dan berpengaruh baik terhadap kehidupan seseorang.

Sebuah blog yang mampu membari pengaruh dan dampak yang baik terhadap cara hidup orang-orang, akan sangat mudah dimonetisasi dan mendatangkan uang.

Sebaliknya blog yang tidak memberi dampak apapun, tidak memberi manfaat yang nyata bagi kehidupan, akan sangat sulit untuk bisa menghasilkan uang, sekeras apapun usaha yang Anda lakukan.

Intinnya, beri perhatian terhadap orang-orang, bukan kepada uang. Maka uang akan mengikuti dengan sendirinya.

Itulah 5 hal yang bisa menjadi penyebab, mengapa sampai saat ini blog Anda tidak menghasilkan uang seperti yang diharapkan. Apakah Anda memiliki pendapat lain? Saya ajak Anda untuk berbagi melalui komentar di bawah. Semoga bermanfaat.

Salam.

Rabu, 28 Agustus 2013

Yang Baik dan Buruk: Desain Periklanan

0 komentar
Pernahkah Anda merasa 'jengkel' ketika membuka sebuah situs karena teknik periklanan yang mereka gunakan sangat mengganggu kenyamanan?

Apa yang Anda lakukan setelah itu? Menekan tombol back? Atau langsung memukul monitor LCD Anda?

Ya, tidak dipungkiri ada beberapa teknik perikalanan yang seringkali membuat kita langsung 'bad mood' begitu melihatnya, dan rasanya ingin cepat-cepat meninggalkan situs tersebut.

Nah, pengalaman kita sendiri itu, seyogyanya menjadi pertimbangan yang mesti kita perhatikan dengan baik. Jangan sampai justru itu diterapkan di blog kita sendiri. Karena bukan uang yang akan kita dapatkan, tapi justru blog kita akan cepat 'ditinggalkan'. Kenyamanan pengunjung menjadi salah faktor kunci kesuksesan mendapatkan uang dari blog.

Nah, kali ini saya ingin mengulas sedikit tentang beberapa teknik dan desain iklan yang paling saya benci (paling tidak menurut penilaian saya pribadi). Dalam pandangan saya ada teknik yang buruk dan ada yang teknik yang baik.

Teknik yang buruk
  • Pops-up di depan mata. Ketika Anda mengklik sebuah link karena tertarik dengan informasi yang ditawarkan, bukannya informasi didapatkan, tapi Anda justru disuguhi sebuah pop-up besar persis depan mata Anda. Bagaimana perasaan Anda?
  • Loading yang lambat. Pepatah lama terus berlaku, tidak ada yang pekerjaan yang lebih menjengkelkan dibandingkan dengan 'menunggu'. Iklan yang membuat loading halaman keseluruhan menjadi sangat lambat (entah karena desainnya yang buruk atau karena banyaknya iklan yang diload), sangat memberikan pengalaman negatif kepada pengunjung. Wajib dihindari. Untuk itu, bagi Anda yang menjalankan Adsense, saya sarankan untuk memakai kode asinkron yang membuat proses loading menjadi lebih cepat.
  • Trik yang menipu pengunjung untuk mengklik. Ada-ada saja memang kreatifitas pengiklan agar pengunjung mengklik iklan mereka. Tapi percayalah, jika cara seperti yang digunakan, maka bukan hanya kehilangan pengunjung, tapi juga akan menjatuhkan kredibilitas pemasang iklan itu sendiri.
  • Dimana tombol X? Sumpah. Saya paling jengkel ketika disuguhi sebuah jendela yang tidak memiliki tombol close. Saya seperti diperkosa untuk mengklik tombol OK yang akan mengantarkan saya ke alamat pengiklan. Bagaimana dengan Anda?
  • Menutupi sesuatu yang ingin dilihat. Halaman belakang menjadi redup, di depan ada sesuatu yang menutupi. Sungguh menjengkelkan.
  • Tidak mengatakan tujuan yang sesungguhnya. Gambar apakah ini? (Anda melihat gambar mirip -maaf- sebuah bokong besar). Saya bingung untuk apa sebenarnya iklan ini. Saya tidak akan pernah mengkliknya seumur-umur.
  • Loncat sana loncat sini. Saya merasa dikejar-kejar sama iklan itu, kemanapun saya pergi dia meloncat mendekati. Tekan tombol X! Kabur!
  • Menempati sebagian besar halaman. Saya menganggap situs seperti ini dibuat hanya untuk iklan. Untuk apa saya berlama-lama di situ?
  • Berkedip-kedip. Kuning, merah, hijau. Berkedip-kedip tiada henti. Sungguh melelahkan mata.
  • Otomatis memutar audio. Saya membuka sebuah situs, loadnya agak lama: oke, saya bisa bersabar karena ingin mencari informasi yang saya butuhkan. Tapi ketika terbuka sempurna, tiba-tiba saya disuguhi lagu yang tidak saya kenal (dan bukan favorite saya), tanpa ba bi bu, saya langsung menekan tombol back! Maaf, saya kesini untuk mencari informasi, bukan untuk mendengarkan suara.

Teknik yang baik
Sebenarnya, semua orang cenderung tidak menyukai iklan. Itu kenyataan. Tapi, jika dikemas dan didesain sedemikian rupa dengan tetap memperhatikan kenyamanan pengunjung, sebuah iklan tetap dinilai positif oleh pengunjung situs. Inilah teknik yang saya sukai.
  • Memberi gambaran jelas apa yang akan terjadi ketika diklik.
  • Relevan dengan informasi yang sedang dicari.
  • Mengatakan dengan jujur, bahwa itu adalah sebuah iklan.
  • Memberi informasi yang cukup tentang apa yang diiklankan, dan
  • Menyediakan informasi tambahan tanpa harus meninggalkan halaman.
Intinya: memberi pilihan yang jelas, menyatakan dengan jujur dan menyediakan informasi yang diinginkan oleh pengunjung. Dan pengalaman saya, tidak ada yang lebih baik dari Google Adsense dalam menyajikan iklan dengan syarat-syarat di atas. Itulah juga yang menjadi salah satu alasan mengapa saya menyukai Adsense


Apa arti ini semua untuk kita?

Jika Anda adalah seorang publisher: 
Berpikirlah 2 kali sebelum menerima iklan dengan teknik dan desain yang buruk. Dalam jangka pendek, mungkin akan memberikan hasil yang 'lumayan', tapi dalam jangka panjang justru akan menjatuhkan 'nilai' situs atau blog Anda sendiri.

Jika Anda seorang advertiser: 
Bisa jadi Anda mendapatkan nilai CTR yang tinggi, sehingga Anda terus akan menggunakan teknik dan desain yang 'menggangu' pengunjung, selama masih ada situs yang mau menerima iklan seperti itu. Namun, nilai CTR tinggi, bukanlah jaminan keberhasilan dalam kampanye brand Anda. Karena dengan cara demikian, tidak akan menghasilkan konversi yang baik, seperti terjadinya penjualan misalnya. Tapi justru dalam jangka panjang brand image Anda sedangkan dipertaruhkan di mata orang ramai.

Terakhir, meskipun Anda tidak menampilkan iklan di situs Anda tapi beberapa teknik di atas juga tetap berlaku. Jendela pop-up, waktu loading yang lambat, kategori dan trik lain yang menipu untuk mendapatkan klik dan audio yang dijalankan secara otomatis, adalah beberapa hal yang secara umum tidak disukai oleh pengunjung, meskipun situs Anda tidak menampilkan iklan satu pun!

Bagaimana pendapat Anda sendiri? Setuju dengan saya? Atau saya telah melewatkan sesuatu? Senang jika Anda mau berbagi. Sukses selalu untuk kita semua.

Salam.

Istilah Advertising yang Penting Diketahui Pemula

0 komentar
Bagi Anda yang membuat blog untuk mencari uang, tentu saja akan selalu berurusan dengan dunia internet advertising (periklanan internet). Sehingga sangat penting untuk memahami dunia periklanan internet, termasuk memahami istilah-istilah yang digunakan di dalamnya.

Berapa banyak istilah periklanan yang telah Anda ketahui?

Berikut saya tuliskan beberapa yang paling populer dan paling banyak bersentuhan dengan kita. Bagi Anda yang sudah memahaminya, anggap saja sebagai penyegaran.

1. CPA (Cost per Action)
Istilah yang digunakan dalam model pemasaran afiliasi (affiliate marketing), dimana merchant akan membayar kepada afiliasi jika referal melakukan sesuatu di situs merchant. Tidak harus berupa penjualan, tapi sebatas melakukan aksi, seperti misalnya berlangganan newsletter, mengisi survey dan sebagainya.

2. CPS (Cost per Sale)
Berbeda sedikit dibanding nomor 1 di atas. Dalam CPS, merchant akan memberi komisi kepada afiliasi ketika referal yang berasal darinya melakukan pembelian produk.

3. CPL (Cost per Lead)
Merchant akan membayar jika mendapatkan calon prospek baru dari afiliasi.

4. CR (Convertion Rate)
Istilah yang menunjukan persentasi dari jumlah pengunjung suatu situs yang melakukan action tertentu yang diharapkan, entah membeli produk, berlangganan via email dan lain sebagainya. Biasanya data ini digunakan sebagai tolak ukur keberhasilan sebuah campaign (kampanye iklan).

5. CPC (Cost per Click)
Jika diterjemahkan menjadi bayar per klik. Istilah ini merujuk kepada sistem periklanan dimana pemilik situs (biasa disebut sebagai penayang / publisher) akan menerima pembayaran dihitung berdasarkan jumlah klik yang dilakukan oleh pengunjung situs. 

Di lain pihak bagi pemasang iklan, akan membayar kepada penayang untuk setiap klik yang terjadi pada iklan mereka, maka dari itu model ini sering juga disebut PPC (Pay per Click) atau bayar per klik.

Jadi CPC dan PPC keduanya identik, yang membedakan adalah dari dua sisi berbeda, CPC dari sisi publisher dan PPC dari sisi advertiserGoogle Adsense menerjemahkannya ke dalam Bahasa Indonesia dengan singkatan BPK (Bayar per Klik).


6. CPM (Cost per Mille)
Mille dalam Bahasa Latin, artinya adalah seribu. Jadi, secara umum CPM diartikan bayar per seribu. Ini merujuk kepada sistem periklanan dimana penayang (publisher) akan menerima pembayaran berdasarkan perhitungan per seribu kali laman tayang (impresi)Google Adsense menerjemahkannya ke dalam Bahasa Indonesia dengan singkatan BPS (Bayar per Seribu).


7. PPV (Pay per View)
Bayar per tampilan. Ini merujuk kepada model periklanan dimana pemasang iklan memasang iklan mereka pada jendela pop-up, pop-under, atau pun iklan sela (seperti misalnya situs akan menampilkan halaman sela penuh satu halaman, ketika anda berada pada satu halaman kemudian ingin keluar dari halaman tersebut, atau ketika misalnya Anda klik play suatu video, maka tidak langsung diputar tapi Anda terlebih dahulu disuguhi satu halaman penuh iklan). Model ini juga seringkali disebut CPV (Cost per View) jika dilihat dari sisi publisher.

8. CTR (Click Through Ratio)
Adalah persentasi jumlah pengunjung yang kemudian melakukan klik terhadap sebuah link atau pun iklan. Anda dapat menghitung nilai CTR dengan cara membagi jumlah klik terhadap iklan dengan jumlah tayangan halaman tersebut.

9. UV (Unique Visitor)
Alias Pengunjung Unik. Maksudnya adalah total orang yang berkunjung pada suatu situs pada rentang waktu tertentu, misalnya harian, mingguan, bulanan dan seterusnya. Kata 'unik' dipakai karena memang satu orang pengunjung bisa membuka halaman situs lebih dari satu kali.

10. PV (Page View)
Alias tampilan halaman. Adalah jumlah keseluruhan sebuah halaman situs ditampilkan dalam rentang waktu tertentu. Nilai PV akan selalu lebih besar dibandingkan nilai UV, karena tadi, setiap orang bisa saja membuka lebih dari satu halaman ketika mengunjungi suatu situs. 

Untuk mengetahui lebih tentang CPC dan CPM, silakan baca perhitungan di balik CPC dan CPM.

Nah, itulah 10 istilah dan singkatan yang paling umum digunakan dalam dunia periklanan internet. Semoga bermanfaat. Jika Anda ingin menambahi daftar di atas, silakan berbagi melalui kolom komentar.

Salam.

Jumat, 23 Agustus 2013

4 Pertanyaan yang Paling Saya 'Benci' Tentang Blogging

0 komentar
Dalam perjalanan saya blogging selama ini, saya banyak mendapatkan pertanyaan-pertanyaan seputar blogging for money alias tentang mendapatkan uang dari blog.

Selama ini saya selalu berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan sebaik mungkin. Ada beberapa pertanyaan yang kreatif, yang dari pertanyaan itu saya menjadi lebih 'gigih' lagi untuk belajar.

Tapi, tahukah Anda dari sekian banyak pertanyaan-pertanyaan itu, ada beberapa yang paling saya benci untuk menjawabnya? Kenapa? Karena memang saya tidak tahu jawabannya!

Inilah 4 pertanyaan tersebut:

1. Saya membuat blog dengan niche [xyz], dapatkah saya sukses mendapatkan uang dari niche tersebut?
Sumpah! Pertanyaan ini sulit sekali saya jawab, karena saya sama sekali tidak memiliki kemampuan 'melihat' masa depan Anda.

Tapi demikian, saya memiliki keyakinan: selama ada permintaan yang cukup terhadap informasi, layanan maupun produk yang Anda sediakan atau tawarkan, maka selama itu Anda dapat mencapai sukses melalui niche yang Anda pilih.

Mungkin pertanyaan yang lebih tepat adalah:
  • Apakah Anda telah mempersiapkan diri dan juga motivasi yang cukup kuat untuk belajar membangun blog yang baik dan sekaligus mempromosikannya dengan sebaik-baiknya?
  • Apakah Anda telah melakukan riset yang memadai untuk mengetahui banyak tidaknya permintaan terhadap informasi, layanan atau produk yang Anda tawarkan?
  • Apakah Anda telah memiliki strategi matang untuk terjun dalam persaingan dan menjadi pembeda antara Anda dengan pesaing Anda yang telah lebih dulu ada?
Kebanyakan jawaban dari pertanyaan di atas tidak akan pernah Anda ketahui kecuali dengan langsung mencobanya. Mencoba dan mencoba adalah kunci sukses sebenarnya. Namun demikian, jika Anda telah memiliki semua jawaban bagus terhadap 3 pertanyaan di atas, saya yakin seyakin-yakinnya Anda akan mampu meraih sukses melalui niche apapun yang telah Anda pilih.

Update: Saya telah membuat sebuah panduan lengkap, bagaima cara memilih niche terbaik untuk blog Anda.

2. Berapa lama waktu yang saya butuhkan untuk mulai mendapatkan uang dari blog?
Ini sama seperti pertanyaan nomor 1 di atas. Saya tidak tahu tentang masa depan Anda, jadi sulit sekali untuk menjawabnya.

Mari sejenak kita berandai-andai membangun bisnis di dunia nyata. Katakanlah Anda berencana membuka sebuah usaha jasa percetakan. Kemudian Anda mendatangi salah seorang teman yang sudah sukses lebih dulu sebagai pengusaha minimarket (niche yang jauh berbeda). Dan kemudian Anda bertanya kepadanya: "Kira-kira berapa lama saya bisa mulai mendapatkan keuntungan dari usaha jasa percetakan?" Dapatkah teman Anda itu menjawabnya? Saya yakin tidak bisa!

Dalam dunia bisnis banyak sekali faktor yang ikut mempengaruhi; lokasi tempat usaha, kualitas produk, strategi pemasaran, target positioning dan sebagainya. Begitu pula dengan bisnis online! Tidak jauh berbeda. Sama saja. Prinsip yang sama juga berlaku bagi kita: para blogger!

Jadi, berapa lama dan seberapa banyak yang dapat Anda hasilkan akan sangat tergantung terhadap banyak faktor, seperti:
  • Seberapa banyak permintaan (demand) terhadap informasi / produk / layanan yang Anda tawarkan melalui niche yang Anda pilih?
  • Seberapa banyak trafik yang mampu Anda bangun.
  • Seberapa baik Anda mampu menjadikan pengunjung sebagai sumber pendapatan.
  • Seberapa bagus kualitas produk yang Anda miliki (jangan salah, konten adalah produk bagi seorang blogger).
Saya simpulkan, tidaklah terlalu jauh berbeda dengan bisnis offline, prinsip-prinsip dasar bisnis juga berlaku dalam mengelola bisnis online, termasuk bagi Anda yang menjadikan blogging sebagai sumber pendapatan.

3. Dari laporan di akun Adsense, saya melihat ada [xxx] klik, kenapa pendapatan saya cuma [$xx]?
Seharusnya pertanyaan ini diajukan kepada pihak Adsense. Saya bukan karyawan Adsense, bukan juga tim support Adsense. Tentu saja, saya tidak dapat menjawabnya. 

Sedangkan, meskipun saya banyak menulis tentang tips Adsense, itu semua adalah semata dari pengalaman, dari apa yang alami. Saya tidak pernah tahu berapa nilai klik sesungguhnya dari masing-masing iklan yang muncul di blog saya.

Satu hal yang perlu kita ingat, Adsense sendiri tidak pernah memberi tahu kita berapa nilai dari setiap klik yang didapatkan. Jika memaksa, Anda bisa saja menghitung sendiri dengan membagi total pendapatan dengan jumlah klik yang Anda dapat. Tapi ini pun tetap tidak bisa dijadikan landasan kuat, karena nilai klik adsense selalu berubah-ubah

Pemasang iklan Adsense, selalu merubah nilai maksimal mereka dalam lelang. Ditambah dengan sejumlah faktor lain, inilah yang menyebabkan nilai klik Adsense senantiasa selalu berubah. Satu-satunya cara untuk memastikan hasil yang maksimal dari program Adsense adalah dengan melakukan optimasi dan mendatangkan trafik sebanyak-banyaknya ke blog Anda.

Kesimpulannya: tidak ada seorang pun yang dapat memberitahu Anda seberapa cepat dan seberapa banyak yang dapat Anda hasilkan dari Adsense, karena terlalu banyak faktor yang tetap menjadi 'rahasia' yang tidak kita ketahui.

4. Saya ingin menjalankan program afiliasi, afiliasi apa yang harus saya jalankan?
Saya tidak dapat menjawabnya. Ada banyak faktor yang akan mempengaruhi, apa niche blog Anda, berapa banyak visitor Anda, sebagian kecil dari faktor-faktor tersebut.

Namun secara mendasar, jika Anda hanya meniru apa yang dilakukan oleh blog lain, tanpa memiliki strategi dan target sendiri, kemungkinan besar Anda akan gagal. Satu metode dapat saja berhasil untuk beberapa orang, tapi tidak untuk semua orang.

Intinya, Anda dapat menghasilkan banyak uang dari afiliasi apapun, jika Anda mau belajar membuat blog yang populer, ramai pengunjung dan mengetahui cara menjadikan mereka sebagai pelanggan.


Kesimpulan akhir
Setiap orang akan memiliki pendekatan dan pengalaman yang berbeda, tergantung dari minat, motivasi, niche, dan etos kerja masing-masing.

Melihat apa yang dilakukan oleh mereka yang telah sukses memang baik, tapi meniru begitu saja apa yang mereka lakukan, jelas bukan sebuah jaminan kesuksesan. Anda perlu membangun dan memiliki strategi sendiri yang benar-benar bekerja dengan baik untuk niche dan blog Anda sendiri. Dan semua itu tidak akan Anda dapatkan tanpa melakukannya sendiri dan terus memupuk pengalaman. Sukses selalu untuk kita semua. Semoga bermanfaat.

Salam.

Kamis, 22 Agustus 2013

5 Alasan 'Bodoh' Gagal Mendapatkan Uang Online

0 komentar
Seringkali saya mengobrol dengan teman-teman yang pada akhirnya menyerah untuk terus berusaha menjalankan blognya sebagai sumber pendapatan uang.

Ada banyak alasan yang mereka ajukan. Beberapa di antaranya mungkin masih bisa saya terima, masih masuk akal seperti: tidak punya cukup waktu untuk mengelola blog atau tidak enjoy dalam mengelola topik yang dipilih karena kurang 'mencintai' topik tersebut.

Dua hal tersebut masih bisa saya terima sebagai alasan. Namun, beberapa alasan lain, saya anggap tidak masuk akal, bahkan lebih berupa alasan "bodoh" yang dibuat-buat. Dan setidaknya saya mencatat ada 5 alasan paling tidak masuk akal untuk berhenti dan menyerah di tengah jalan. Inilah 5 alasan yang tidak masuk akal tersebut:

1. Saya tidak punya pengalaman
Alasan ini terdengar aneh bagi saya. Lalu siapa yang memiliki pengalaman? Hampir semua yang sukses mendapatkan uang dari internet adalah mereka yang sama sekali tidak memiliki pengalaman sebelumnya di bidang SEO, desain website, marketing dan lain sebagainya.

Saya menyukai belajar, setelah itu saya menyukai untuk mengajarkannya kembali kepada orang lain. Itulah yang saya lakukan.

Pada saat memulai, yang saya lakukan hanyalah:
  • Berlangganan newsletter dari blog / situs yang lebih dulu mencapai sukses.
  • Menggunakan search engine untuk mencari informasi dan artikel bagaimana melakukan sesuatu hal. Sampai sekarang saya masih menggunakannya. (Hampir semua pertanyaan bisa saya temukan di internet).
  • Bertanya di forum-forum untuk mendapatkan jawaban dari sesuatu yang belum saya ketahui.
  • Try and Error. Try and Error. Try and Error. Terus. Sampai saya menemukan yang benar-benar bekerja untuk saya.
Kebanyakan orang yang sukses mendapatkan uang online bukanlah seorang ahli desain web, bukan seorang yang sebelumnya telah memiliki pengalaman dan keahlian SEO, bukan pula orang yang sangat berpengalaman di bidang marketing dan sebagainya. Mereka hanyalah orang yang:
  • Rela menghabiskan lebih banyak waktu untuk belajar dan belajar.
  • Berguru kepada yang lebih sukses dengan berlangganan situsnya untuk menambah pengetahuan.
  • Terus memilih dan memantau metode mana yang bekerja dan mana yang tidak.
  • Memilih topik yang benar-benar mereka sukai sehingga mereka menikmati sepanjang prosesnya.
  • Tidak membiarkan kegagalan menghalangi dan menghentikan langkah mereka mencapai sukses.
Semua poin di atas, menurut saya, adalah jauh lebih dahsyat, lebih berguna dibandingkan segudang pengalaman dan keahlian di masa lampau.


2. Saya melihat semua topik yang 'bagus' telah mencapai titik jenuh
Sebuah alasan yang aneh. Tidak ada yang mencapai titik jenuh jika selalu disajikan dalam perspektif yang berbeda. Roman cinta, semenjak peradaban mencatat sejarah, telah ada dan terus dibuat sampai saat ini. Jutaan film laga telah diproduksi, tapi apakah berarti saat ini tidak ada peluang untuk membuat film laga baru? Anda pasti menjawab tidak, bukan?

Nah, begitu pula dengan sebuah niche yang ingin Anda jadikan topik blog Anda. Ya, betul. Saat ini hampir mustahil menemukan sebuah topik yang belum diekspos oleh orang lain. Namun, saya ingat pernah membaca bahwa 90% blog / situs baru akhirnya tenggelam dalam waktu 3 bulan pertama. Jadi, meskipun ada jutaan blog di luar sana, namun kebanyakan dari mereka 'mati suri' dalam 90 hari pertama. (Terdengar seperti peluang?)

Jadi, apakah saya harus memulai blogging tanpa harus melakukan riset keyword untuk menentukan niche?

Jawabannya bisa ya, bisa tidak. Tapi, saya tetap menyarankan untuk melakukan riset keyword, itu adalah satu hal yang sangat menentukan dan sangat penting. Saya hanya menyarankan, jangan biarkan riset tersebut menahan Anda untuk segera memulai karena Anda takut salah dalam memilih niche.

Satu hal yang saya yakini: jika Anda melakukan pendekatan berbeda, unik dan menyajikan dengan perspektif berbeda terhadap satu topik, itu sudah lebih dari cukup sebagai modal mencapai sukes dalam blogging. Mulailah dan yakin Anda siap terjun ke dalam persaingan.


3. Saya terlambat untuk memulai
"Kalau saja saya memulainya 4 tahun yang lalu, saat ini blog saya pasti telah mencapai kesuksesan, sekarang persaingan sudah terlalu ketat."

Halo! Buka mata Anda. Lihat banyak sekali blogger sukses di luar sana. Mereka tidak memulai tidak dari 10 tahun, 5 tahun yang lalu. Kebanyakan mereka bertahan dalam 2 tahun terakhir.

Kuncinya adalah konsistensi. Konsistensi dalam menyajikan konten yang bagus. Meskipun Anda memulainya 3 tahun yang lalu, tanpa ada konsistensi, maka saat ini pun Anda tidak akan mendapatkan apa-apa. Benar, bahwa beberapa niche mungkin lebih mudah jika dimulai 3 - 4 tahun yang lalu. Namun, bukan berarti Anda tidak bisa memulainya hari ini. Alasan yang sama dengan poin dua di atas.

Tidak perduli niche apapun yang Anda pilih, selalu ada ruang lebih untuk Anda. Menyajikan sesuatu secara konsisten, setia kepada topik, membangun kepercayaan dari pembaca, melakukan promosi dengan benar, adalah jalan lempang menuju kesuksesan.


4. Tidak banyak pilihan mendapatkan uang dari niche saya
Biar saya tegaskan di sini:
Jika Anda bisa mendatangkan pengunjung yang tertarik dengan konten yang Anda sajikan, selalu ada cara untuk mendapatkan uang!

Memang betul ada beberapa topik yang 'kurang' sesuai untuk menjalankan satu metode monetisasi blog seperti Google Adsense, misalnya. Tapi juga harus diingat, mendapatkan uang dari blog bukan melulu dengan menjalankan Adsense!

Anda bisa menawarkan kursus online, menulis buku, menjual periklanan, freelance, membuat video dan lain sebagainya.

Jangan membatasi diri Anda sendiri

Jangan hanya karena Anda melihat orang lain sukses dengan satu cara, Anda harus melakukan hal yang sama. Selalu ada cara lain yang lebih sesuai untuk niche blog Anda.

Saya melihat begitu banyak blogger yang terlalu terobsesi dengan Adsense. Memang itu adalah peluang yang sangat bagus, tapi tidak perlu Anda memaksakan jika memang topik Anda tidak begitu sesuai untuk Adsense.

5. Saya tidak pandai menulis
Dengan begitu banyak sumber tulisan gratis, rasanya tidak ada alasan untuk hal yang satu ini.

Jika Anda tidak menyukai menulis, Anda dapat menyajikan konten lain, video, podcast misalnya. Anda bisa fokus memasarkan konten milik orang lain. Dan banyak lagi peluang lain.

Intinya, ketika Anda tidak memiliki kemampuan dalam satu hal, tidak cukup menjadi alasan untuk berhenti, menyerah dan kalah!

Kesimpulan:
Tidak perduli apapun latar belakang Anda. Tidak perduli seberapa banyak pengalaman Anda. Tidak perduli berapa waktu yang Anda miliki dan bagaimana frustasinya Anda saat ini: selalu ada harapan di depan sana. Raih.

Selama Anda menemukan cara untuk dapat menikmati seluruh prosesnya, tetap memegang komitmen dan terus bersedia belajar dan belajar, Anda telah berada pada jalur yang benar dalam mencapai kesuksesan dalam blogging. Dan Anda akan segera menyadari bahwa pembelajaran jauh lebih berharga dibandingkan dengan uang.

Saya ingin mendengar pengalaman Anda. Kiranya sudi untuk berbagi. Semoga bermanfaat.

Salam.

Senin, 12 Agustus 2013

Bagimana Cara Mendapatkan Uang dari Blog?

0 komentar
Bisa mendapatkan uang dari blog, adalah salah satu impian banyak blogger.

Saya sendiri, jujur pada awalnya sama sekali tidak terpikirkan untuk mendapatkan uang dari blog saya. Saya niatkan ngeblog adalah semata untuk berbagi kepada semua orang tentang apa yang saya alami, apa yang saya ketahui dan apa yang sedang saya rasakan.

Tapi seiring waktu, setelah saya menekuni dunia blogging beberapa lama, saya menemukan, ternyata kita bisa mendapatkan uang dari sebuah blog. Jadilah, sampai sekarang saya menjadi seorang blogger matre, hehehe... bawaannya duiiiiiiiiiit terus!

Nah, jika anda seperti saya, yang mulai pikir-pikir untuk mendapatkan uang dari blog, atau pun anda yang baru saja siap-siap membuat blog untuk mendapatkan uang, silakan lanjutkan membaca artikel ini sampai tuntas.

Lalu bagaimana cara mendapatkan uang dari blog?

Inilah beberapa cara yang bisa dan sudah banyak dilakukan oleh para blogger untuk mendapatkan uang dari blog mereka. Saya sendiri, terus terang belumlah menggeluti kesemuanya. Tapi minimal sudah pernah saya coba, meskipun tidak fokus ke semuanya untuk saat ini.
  • Program Periklanan. Ini cara paling umum dan -mungkin- cara yang paling mudah untuk dilakukan oleh siapa saja. Inti dari program ini adalah kita menyediakan space di blog kita untuk ditempatkan iklan. Cara yang paling umum adalah program iklan kontekstual (contextual ads program), yaitu dimana materi iklan yang muncul akan menyesuaikan dengan keyword konten blog kita. Ada banyak bertebaran program jenis ini, tapi biasanya yang paling banyak diminati dan digeluti adalah Google Adsense dan Chitika.
  • Program Afiliasi. Program jenis ini pun terbukti telah banyak yang menikmati hasilnya. Di sini kita bertindak semacam agen, perwakilan, atau bisa juga sebagai makelar, dimana tugas kita adalah memberikan klien atau pelanggaran baru untuk perusahaan yang kita berafiliasi kepadanya. Di antaranya yang paling terkenal adalah clickbank, amazon, dan linkshare.
  • Sponsor. Selain banyak program periklanan yang bisa diikuti, seorang blogger juga bisa mendulang uang dengan menyewakan space untuk iklan langsung dari klien. Jika blog kita cukup ramai dan padat pengunjung, peluang untuk mendapatkan sponsorship ini sangat terbuka lebar. Ada banyak perusahaan yang merasa jauh lebih efektif untuk memasang iklan langsung di blog anda, dan tentu saja ini peluang yang sangat bagus. Sistem sponsor juga bisa saja dilakukan melalui postingan. Dimana kita diminta untuk mereview, mengulas atau menulis tentang suatu topik berdasarkan pesanan dari klien, dan kita dibayar untuk itu.
  • Donasi. Hmmm... apa iya? Yup, kenapa tidak? Jika blog kita mampu memberi manfaat yang luar biasa, akan ada banyak orang yang dengan sukarela memberikan sumbangan jika diminta. Jangan dianggap sepele. Saya pernah mengobrol dengan teman blogger yang senior (saya diwanti-wanti tidak boleh menyebut namanya) yang mengaku mendapatkan jutaan rupiah dari sumbangan pembaca fanatiknya setiap bulan. Luar biasa bukan?
  • Jadi penulis buku. Loh? Apa hubunganya penulis buku dengan menjadi blogger? Hmm... jangan salah erat sekali hubungannya. Begini, jika anda sudah cukup lama ngeblog, tentunya sudah melahirkan banyak sekali artikel. Ratusan -bahkan ribuan- mungkin. Dan jika topik blog kita cukup tajam dan terjaga, tidaklah sulit mendapatkan penerbit yang bersedia membukukan tulisan-tulisan kita. Bagaimana?
  • Menjual merchandise blog.  Begini ceritanya. Blog anda sudah cukup terkenal. Menjadi buah bibir di kalangan para blogger. Blog kita memiliki brand image yang baik dan kuat. Blog kita menjadi semacam acuan dan menjadi referensi terpercaya bagi banyak orang. Tulisannya berbobot dan memberikan manfaat yang luar biasa. Nah, jika sudah begitu, tidak sulit menjual berbagai merchandise yang menjadi ciri khas blog anda, seperti t-shirt, dompet, tas, topi dan lain sebagainya. Cafepress dan situs semacamnya bisa menjadi pilihan untuk pertama untuk memasarkannya. 
  • Menjual blog. Saya pernah membaca, ada seorang blogger jadi "kaya mendadak" karena berhasil menjual blognya senilai $100.000! Memang, yang saya baca itu adalah blogger dari luar negeri sana. Tapi, jangan salah banyak juga blogger Indonesia yang blognya terjual dengan harga yang sangat mahal. Memang kunci utamanya adalah kualitas blog, parameternya adalah jumlah pengunjung, semakin banyak, semakin bagus, semakin mahal nilai sebuah blog. Jadi, jika blog anda ada yang menawar dengan harga tinggi, jual saja! Anggap anda ngeblog selama 2 tahun, lalu blognya laku seratus juta, sudah berapa tuh kita digaji per bulannya? Hehehe... Jika iseng-iseng ingin mengetahui harga yang pantas untuk blog anda, bisa anda lihat disini. Tinggal masukkan alamat lalu klik Check, maka akan keluar harga yang pantas untuk blog anda.
Sebenarnya masih ada banyak lagi cara untuk mendapatkan uang dari blog, secara lengkap telah saya tuangkan dalam bentuk gambar di halaman rangkuman cara mendapatkan uang blog. Tapi daftar di atas, saya kira sudah bisa mewakilinya. Silakan anda pilih-pilih dan mulai pikir-pikir untuk menjalankan yang mana dulu dan memilih cara mendapatkan uang dari blog yang paling tepat bagi Anda.

Beberapa di antaranya, mungkin cuma sekadar angan-angan dan mimpi dan belum "terjangkau" oleh kita. Tapi, setiap mimpi harus dikejar bukan? Anda memiliki pengalaman sukses mendapatkan uang dari blog? Kiranya sudi untuk berbagi, silakan tulis pengalaman Anda melalui kolom komentar. Sukses selalu buat kita semua.

Update: Anda yang sudah berniat mendapatkan uang dari blog, tapi masih bingung harus memulai dari mana? Pelajari bagaimana cara memilih niche terbaik untuk sukses blogging, kemudian dilanjutkan dengan strategi membuat konten segera setelah memilih niche terbaikDua strategi sistematis untuk memastikan Anda dapat membangun blog yang sukses, tentu saja sukses juga mendapatkan uang dari blog.

Salam.

Apakah Anda ingin mendapatkan uang dari Adsense? Pelajari cara dan strateginya dari nol menghasilkan banyak uang dari Adsense hanya dengan mengelola blog secara tuntas dan runut di Panduan Lengkap Google Adsense.

Kamis, 08 Agustus 2013

Faktor yang Mempengaruhi Penghasilan Dari Blog

0 komentar
Mendapatkan uang dari blog sangat tergantung dari banyak faktor, kali ini saya mencoba untuk menganalisa faktor-faktor apa saja ikut mempengaruhi besar kecilnya pendapatan dari sebuah blog. Tulisan ini saya maksudkan untuk menjawab pertanyaan dari teman-teman tentang seputar mendapatkan uang dari blog.

Pertanyaan seperti:
  • Berapa banyak uang yang bisa didapatkan dari sebuah blog?
  • Saya memiliki sebuah blog dengan pageview sebanyak 1000/hari, kira-kira berapa yang bisa dapatkan dengan blog tersebut?
  • Model monetisasi apa yang paling cocok untuk blog baru?
  • Lebih menguntungkan mana antara menjalankan program afiliasi dan program advertising?
Dan beberapa pertanyaan lainnya seputar itu. Saya tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan itu secara spesifik dan pasti, karena menurut saya ada banyak faktor yang akan mempengaruhi besar kecilnya pendapatan dari sebuah blog.

Dan inilah beberapa faktor tersebut:

Jumlah Trafik
Meskipun trafik bukan satu-satunya penentu berapa banyak yang bisa didapatkan dari sebuah blog, tidak diragukan lagi bahwa ini adalah faktor yang dominan. Kita tidak akan mendapatkan hasil yang memuaskan tanpa adanya trafik yang cukup tinggi. Jadi, saya kira sudah jelas bahwa trafik adalah semacam nyawa bagi sebuah blog agar dapat menghasilkan uang. Meskipun demikian, tetap trafik tinggi bukan segala-galanya.

Sumber Trafik
Selain masalah jumlah trafik, sumber trafik pun ternyata sangat berpengaruh terhadap pendapatan blog. Sumber yang berbeda akan memiliki karakteristik berbeda pula terhadap metode yang dipilih sebagai sumber pendapatan blog. Seperti yang pernah saya jelaskan dalam pengaruh sumber trafik terhadap penghasil blog, ada 3 jenis sumber trafik utama, yaitu: trafik dari pembaca pelanggan setia, trafik dari mesin pencari dan trafik dari referal, ketiganya memiliki karakteristik yang berbeda.

Sumber Pendapatan
Metode yang dipilih sebagai sumber pendapatan blog, akan sangat mempengaruhi seberapa besar hasil yang didapatkan. Ini kenyataan, bahwa memang blog yang satu cocok menjalankan metode tertentu, dan blog yang lainnya lebih cocok untuk metode lainnya.

Topik Blog
Ini masih ada kaitannya dengan sumber pendapatan yang dipilih. Sebagai contoh, kita mengandalkan program PPC seperti Adsense, misalnya, sebagai sumber pendapatan blog, maka ada topik-topik tertentu yang tidak begitu efektif dalam menjalankan program Adsense ini. Topik Agama misalnya, adalah salah satu topik yang tidak cocok untuk menjalankan Adsense.

Umur Blog
Semakin tua, semakin berisi kata pepatah, begitu pula dengan sebuah blog. Tidak dipungkiri mungkin ada blog baru yang dapat melesat cepat sukses mendapatkan banyak uang, namun saya melihat untuk menjadi sukses, diperlukan waktu yang cukup. Ada beberapa hal mengapa faktor usia blog ini berpengaruh.
  • Jumlah konten. Blog yang mampu menghasilkan uang dengan baik, adalah blog yang memiliki informasi cukup untuk disajikan kepada pembaca. Dan ini akan berkaitan dengan jumlah artikel di dalamnya, dan tentu saja, berkaitan dengan berapa lama usia blog tersebut. Sulit bukan kita membuat 100 artikel dalam satu minggu?
  • Search Engine Optimization. Meski banyak pakar SEO mengatakan mampu membuat blog baru memenangkan ranking di SERP (dan saya tahu mereka bisa), namun tetap menurut saya untuk menjadi nomor satu di hasil pencarian dalam jangka panjang adalah memerlukan waktu, karena akan berkaitan dengan jumlah artikel, popularitas dan sebagainya.
  • Reputasi. Untuk yang satu, saya kira sudah sangat jelas, bahwa dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk membangun sebuah reputasi dan pengakuan. Pembaca butuh pembuktian konsistensi dan kompetensi kita di bidang yang kita geluti, dan itu jelas memerlukan waktu untuk berkembang.
Investasi Waktu
Blogging adalah salah satu kegiatan yang sangat menyita waktu. Mulai dari menyiapkan, riset, sampai menulis artikel yang berkualitas. Belum lagi, optimasi SEO, menjawab pertanyaan dari pembaca, memoderasi komentar, berkomentar di blog lain, memenej akun sosial media, dan banyak lagi lainnya. Jadi jelas, seberapa banyak waktu yang Anda investasikan, akan berbanding lurus dengan seberapa besar potensi penghasilan dari blog Anda. Makanya, saya tidak begitu setuju jika ada orang yang mengatakan bahwa penghasilan dari blog adalah sebuah passive income. Dengan begitu banyak hal yang harus dilakukan, benarkah penghasilan blog sebuah passive income?

Itulah faktor-faktor yang mempengaruhi sekaligus menentukan seberapa besar yang bisa kita dapatkan dari sebuah blog. Sehingga tidak mungkin kiranya, kita dapat memberikan jawaban yang pasti terhadap pertanyaan: 'berapa besar penghasilan dari sebuah blog?' Karena akan bergantung terhadap faktor-faktor di atas tadi. Bagaimana menurut Anda? Semoga bermanfaat.

Salam.

Sabtu, 03 Agustus 2013

5 Hal yang Membuat Sebuah Blog Berhenti Menghasilkan Uang

0 komentar
Untuk kesekian kalinya saya menulis tentang hal yang harus mendapat perhatian khusus ketika Anda mulai berpikir untuk mencari uang dari blog.

Dalam tulisan-tulisan saya sebelumnya pun, saya selalu mengatakan bahwa untuk mencari uang dari blog, bukanlah hal yang mudah (tetapi juga tidak berarti sulit bukan?), tidak lain tujuannya adalah untuk memberi gambaran secara riil, bahwa memang dibutuhkan upaya dan strategi yang tepat untuk berhasil mendapatkan banyak uang dari blog, sekaligus pada saat yang sama, saya ingin Anda semua terus bersemangat ngeblog tanpa kehilangan arah yang benar.

Sebelumnya saya pernah menulis tentang 8 hal yang membuat blog tidak menghasilkan uang, pernah juga saya membahas kenapa ada blogger yang sukses dan ada juga blogger yang tidak menghasilkan apa-apa serta hal apa saja yang mesti mendapat perhatian sebelum ngeblog untuk mencari uang. Dalam tiga buah artikel tersebut saya telah membahas panjang lebar tentang seluk cara menghasilkan uang dari sebuah blog.

yang membuat blog tidak menghasilkan uang
Sebuah blog, memang dapat menjadi sumber penghasilan yang baik jika dikelola dengan baik pula. Sayangnya, saya melihat masih banyak para blogger (terutama mereka yang masih baru memulai) yang salah dalam menerapkan strategi dalam memonetisasi blog mereka.

Untuk itu, dalam tulisan saya kali ini, saya kembali mengulas tentang hal tersebut, yaitu tentang 5 hal yang dapat membuat sebuah blog berhenti menghasilkan uang, alias tidak memberikan hasil seperti yang diharapkan.

Inilah kelima hal tersebut:
  • Iklan Pop-Up. Ini adalah salah yang paling saya 'benci' dan paling mengganggu ketika saya membaca sebuah blog. Jika blog Anda menampilkan iklan dalam bentuk pop-up, saya tidak akan kembali mengunjungi blog Anda lagi. Menurut saya, iklan pop-up ini selain sangat mengganggu kenyamanan pengunjung blog, juga hanya menghasilkan sangat sedikit uang. Apakah Anda rela kehilangan pelanggan demi uang yang tidak seberapa?
  • Loading iklan yang lambat. Ketika saya mengunjungi sebuah blog dengan iklan yang lambat, saya biasanya kehilangan kesabaran, dan segera menekan tombol back atau mencari blog lain yang lebih cepat. Saya yakin banyak orang yang merasakan hal yang sama dengan saya. Periksa secara berkala, apakah iklan di blog Anda cukup cepat diload, jika tidak buang saja iklan tersebut, karena hanya akan membuat blog Anda 'mati' perlahan-lahan.
  • Memasang iklan dari hampir semua jaringan periklanan. Ini pun sering saya lihat pada banyak blog, mereka sepertinya 'ingin cepat kaya', dengan memasang semua iklan dari berbagai layanan yang mungkin, Google Adsense, Chitika, Bidvertiser, Shopping Ads, Kontera dan sebagainya dipasang sekaligus dalam satu blog. Wow, ini bukan saja memberi pengalaman yang buruk, ketika blog Anda dipenuhi berbagai iklan, maka tidak akan ada yang tertarik untuk mengklik iklan tersebut. Ini berarti Anda kehilangan sumber pendapatan. Jadi, buanglah iklan yang kurang memberi hasil, pasanglah iklan dari satu program saja. Saya pernah membahas hal ini dalam kerugian memasang banyak iklan.
  • Terlalu banyak review berbayar. Paid review memang salah satu sumber penghasilan bagi blogger yang cukup bisa diandalkan, apalagi jika blog Anda memiliki PR yang cukup tinggi, maka Anda akan mendapatkan uang lebih. Ada banyak layanan paid review seperti ReviewMe, PayperPost, Sponsored Review dan lain sebagainya. Yang jadi masalah adalah jika Anda terlalu banyak membuat postingan review berbayar ini. Ambil contoh Payperpost membolehkan Anda membuat review sebanyak 3 postingan per hari, jika Anda mengambil semuanya, maka blog Anda akan tampak lebih mirip seperti "jurnal review berbayar", tidak menginspirasi, tidak menarik dan dalam jangka panjang akan dengan cepat kehilangan pembaca. Jika Anda mengikuti program review berbayar ini, 1 atau 2 postingan per minggu sudah lebih dari cukup.
  • Review yang tidak relevan. Ketika Anda mengikuti program paid review, Anda akan disuguhi tawaran untuk mereview situs atau produk yang tidak ada hubungannya dengan niche blog Anda, seperti situs game, kasino dan lain-lain. Bayarannya memang biasanya lebih besar, tapi haruskah kita mengambilnya? Jika kita sering membuat review situs / produk yang tidak relevan, lambat laun akan menghancurkan kredibilitas blog kita sendiri, ujung-ujungnya, blog kita berhenti menghasilkan uang.
Bagaimana? Teknik mana yang Anda gunakan untuk menghasilkan uang dari blog? Apakah Anda juga pernah menemukan dan mengunjungi blog seperti di atas? Bagi pengalaman Anda melalui komentar di bawah.

Salam.

Jumat, 02 Agustus 2013

Benarkah Trafik Tinggi = Penghasilan Tinggi? Belum Tentu!

0 komentar
Hampir selalu saya mendengar rumus sederhana menghasilkan uang dari blog adalah trafik yang tinggi. Semakin banyak pengunjung, semakin besar pendapatan. Benarkah seperti itu? Menurut saya, itu tidak selalu benar. Memiliki trafik yang tinggi, memang adalah idaman setiap blogger, tapi pertanyaannya adalah: 'benarkah trafik tinggi menjamin penghasilan besar dari blog?' Sekali lagi, menurut saya: tidak!

Kita tidak hanya butuh mereka yang berkunjung ke blog kita, yang membaca-baca artikel di sana, lalu pergi begitu saja. Kita butuh mereka yang datang ke blog kita, memberikan 'uang' melalui cara yang kita sediakan: mengklik iklan kita atau membeli produk yang kita tawarkan atau mengikuti program yang kita adakan. Mendapatkan pengunjung yang banyak adalah sebuah hal yang sangat bagus, namun mendapatkan banyak uang dari blog adalah hal lain.

Jadi, pertanyaan sebenarnya adalah: 'untuk mendapatkan banyak uang dari blog, dari mana trafik blog kita seharusnya berasal?' Sebenarnya saya sudah pernah menjelaskan pengaruh sumber trafik terhadap penghasilan blog beberapa waktu lalu, di situ saya menjelaskan sumber trafik berbeda lebih cocok untuk sumber pendapatan yang berbeda. Sekarang mari kita kembali ke pertanyaan di atas: 'untuk mendapatkan banyak uang, dari mana trafik blog kita seharusnya berasal?' Jawabannya adalah: trafik organik.

Trafik organik adalah mereka yang berkunjung ke blog kita melalui mesin pencari, terutama Google. Mereka yang sampai ke blog kita dari search engine adalah mereka yang telah melakukan pencarian terhadap informasi yang mereka inginkan, kemudian mesin pencari menyajikan hasil pencarian terbaiknya (mudah-mudahan blog kita), kemudian mereka membaca ringkasan di hasil pencarian, dan bila mereka cukup tertarik dengan blog kita, maka mereka memutuskan untuk mengunjungi blog kita. Ini lah yang membuat mereka sangat baik terhadap program periklanan kontekstual semisal Adsense, karena mereka akan memberi perhatian terhadap semua link yang tersedia, termasuk iklan, untuk menemukan informasi yang mereka cari.

Jadi, kesimpulannya adalah trafik terbaik untuk memaksimalkan pendapatan dari blog adalah trafik yang berasal dari mesin pencari, atau biasa disebut trafik organik. Untuk itu, mari kita berusaha maksimal bagaimana caranya mendapatkan trafik sebanyak-banyaknya dari sumber yang satu ini.

Saya tidak sedang bermaksud mengatakan bahwa trafik dari selain mesin pencari adalah jelek, seperti dari media sosial, dari social bookmark, guess writer dan lain sebagainya. Tetap sumber trafik ini memberi nilai lebih untuk blog kita, paling tidak membangun kredibilitas kita sebagai penulis blog.

Bagaimana menurut Anda? Keep happy blogging.

Salam.

Rabu, 31 Juli 2013

8 Hal yang Membuat Blog Anda Tidak Menghasilkan Uang

0 komentar
Hampir semua blogger yang baru memulai mencari uang dari blog mereka, begitu bersemangat. Mereka mulai menulis artikel, mempromosikan blog, memasang iklan, melakukan optimasi SEO dan sederet langkah lain yang diperlukan, dengan satu tujuan: uang!

Namun, ternyata setelah beberapa bulan berjalan, mereka melihat kenyataan bahwa blog mereka tidak menghasilkan apa-apa, jikalau pun menghasilkan uang, nilainya sangat jauh dari harapan. Sehingga mereka akhirnya mengajukan pertanyaan: kenapa blog saya tidak menghasilkan uang? Sebuah pertanyaan yang paling sering diajukan para blogger pemula.

Melengkapi tulisan saya sebelumnya, kenapa tidak semua blogger menghasilkan banyak uang, melalui tulisan ini saya mencoba menjawab pertanyaan 'besar' di atas. Yaitu, kenapa blog saya tidak menghasilkan uang? Sejauh ini saya mencatat ada 8 hal yang paling banyak membuat sebuah blog tidak menghasilkan 'apa-apa'. Inilah kedelapan hal tersebut:
  • Trafik yang rendah. Ini adalah hal yang paling utama. Trafik! Anda tidak mungkin bisa menghasilkan uang jika tidak ada atau sangat sedikit orang yang mengunjungi blog Anda. Jalan keluarnya? Beri perhatian lebih untuk mendatangkan lebih banyak pembaca untuk blog Anda.
  • Penempatan iklan yang kurang tepat. Penempatan iklan yang kurang tepat menjadi salah satu faktor yang banyak menyebabkan seorang blogger gagal memaksimalkan pendapatan. Yang paling sering terjadi adalah memenuhi seluruh blog dengan banyak iklan. Bukankah sangat menjengkelkan melihat begitu banyak iklan memenuhi seluruh ruang blog? Namun, adakalanya juga terjadi sebaliknya, yaitu seorang blogger 'takut' untuk memperlihatkan iklannya kepada pengunjung dengan menaruhnya di tempat yang 'tersembunyi' sehingga otomatis pendapatan pun akan berkurang. Tempatkan iklan di tempat semestinya iklan berada, tanpa harus menggangu kenyamanan pengunjung. Penempatan iklan yang tepat, ditambah dengan desain iklan yang baik, akan mampu menaikkan pendapatan blog secara signifikan.
  • Konten tidak berkualitas. Anda harus membuat konten berkualitas dan unik untuk mendapatkan trafik dan popularitas dan memenangkan persaingan di 'dunia blogging'. Siapa yang akan membaca blog Anda jika isinya adalah hasil copas dari blog lain?
  • Tidak mempromosikan halaman yang memiliki trafik dan penghasilan tertinggi dengan baik. Banyak blogger tidak begitu memperhatikan hal yang satu ini, dan gagal mengidentifikasi halaman mana dari blognya yang memberikan trafik atau penghasilan tertinggi. Beri perhatian khusus pada halaman 'pilar' Anda. Promosikan lebih halaman tersebut, melalui sosial media misalnya. Lakukan langkah SEO khusus untuk mendongkrak SERP halaman-halaman tersebut. Pada akhirnya, pendapatan Anda akan meningkat.
  • Menyerah sebelum waktunya. Sesungguhnya tidak ada waktu untuk menyerah, karena sekali kita menyerah, maka selesailah sudah semuanya. Tapi kenyataannya, banyak blogger merasa 'frustasi' begitu melihat blognya tidak menghasilkan seperti yang diharapkan. Ingatlah satu hal, Anda tidak akan bisa menghasilkan banyak uang dalam waktu singkat dari blog. Saya selalu melihat mereka yang sukses, adalah mereka yang mampu bertahan, paling tidak di satu tahun pertama. Mencari uang dari blog, bukan jalan cepat, beri waktu pada diri sendiri untuk memetik hasil di tahun depan.
  • Tidak konsisten. Mengupdate artikel sebulan sekali? Sama sekali tidak berguna. Blog yang berhasil adalah blog yang secara konsisten menyajikan artikel baru teratur dalam rentang waktu yang relatif pendek, basis harian adalah yang terbaik. Jika Anda memiliki kesibukan lain, manfaatkan fitur schedule untuk 3 hari ke depan dengan menyiapkan 3 artikel terbaru Anda.
  • Menjadi orang kebanyakan. Hal ini memang agak sulit, terutama bagi mereka yang baru memulai ngeblog. Bingung memilih topik, desain, gaya penulisan dan sebagainya, sehingga akhirnya terjebak mengikuti tren orang kebanyakan. Satu hal yang selalu berlaku: orang-orang menyukai 'keunikan'. Anda harus menyiapkan strategi dan menyajikan konten yang unik. Beranilah untuk berbeda! Beranilah untuk keluar dari 'kebiasaan', yakin Anda akan mendapatkan perhatian lebih dari pengunjung blog Anda.
  • Yang ada dalam isi kepala Anda hanyalah uang. Ngeblog adalah masalah 'gairah'. Lakukanlah itu karena memang Anda menyukainya, bukan karena uang menari-nari di pelupuk mata Anda. Percayalah semakin kita tidak memikirkan uang, semakin mereka mendatangi kita dengan deras. Jaga selalu agar pembaca Anda 'senang'. Buatlah komunitas setia yang mencintai Anda. Hal itu akan bermanfaat untuk jangka panjang. Dan ngeblog memang adalah investasi jangka panjang.
Itulah 8 hal yang dapat saya pikirkan, yang akan membuat blog Anda tidak menghasilkan apa-apa. Jadi jika Anda berniat bisa menghasilkan uang dari blog, maka hal tersebut di atas harus dihindari. Mungkin setelah membaca tulisan ini, semakin banyak pertanyaan dalam kepala Anda, atau bisa jadi Anda memiliki hal lain untuk melengkapi daftar di atas, mari kita berdiskusi dan berbagi, buatlah kolom komentar menjadi berfungsi. Sukses selalu untuk kita semua.

Salam.

Selasa, 30 Juli 2013

Benarkah Penghasilan dari Blog Adalah Passive Income?

0 komentar
Pada waktu awal-awal dulu saya mencoba mendapatkan uang dari blog, saya sering membaca dan mendengar bahwa penghasilan dari blog adalah termasuk passive income atau penghasilan pasif.

Saya pikir, wah kalau begitu saya juga harus membuat blog untuk mencari uang. Siapa sih yang tidak ingin memiliki sumber penghasilan pasif? Yang bisa dinikmati seumur-umur tanpa harus kerja keras? Itulah yang ada dalam isi kepala saya waktu itu.

Namun, setelah sekarang saya jalani, ternyata saya 'kecewa' dan mulai berubah pikiran. Dan saya lalu mempertanyakan: apa benar penghasilan dari ngeblog termasuk passive income? 

Sebelum kita bahas lebih lanjut, ada baiknya kita definisikan dulu, apa sebenarnya dimaksud dengan istilah passive income? Saya temukan salah satu definisinya di wikipedia, disitu passive income diartikan sebagai "an income received on a regular basis, with little effort required to maintain it". Atau sebuah sumber penghasilan yang diterima secara teratur, dengan sedikit usaha untuk mempertahankannya atau mengelolanya. Lebih lanjut wiki pun memberikan contoh pemasukan yang tergolong ke dalam passive income ini, yaitu:

- penghasilan dari bisnis yang tidak membutuhkan keterlibatan langsung dari pemiliknya
- sewa properti
- royalti dari penerbitan buku atau lisensi dari hak paten atau hak kekayaan intelektual lainnya
- penghasilan dari periklanan internet di sebuah situs
- dividen dari kepemilikan saham, dan
- pensiunan

Seperti kita lihat pada poin keempat dari contoh di atas, terdapat penghasilan dari program periklanan internet di situs / blog. Jadi menurut wiki, mendapatkan uang dari blog dengan program periklanan adalah termasuk penghasilan pasif.

Tapi dari definisi yang diberikan, saya memberi perhatian lebih terhadap kalimat 'dengan sedikit usaha untuk mempertahankannya atau mengelolanya', sekarang pertanyaannya adalah: benarkah hanya diperlukan usaha yang sedikit untuk terus mendapatkan uang dari blog?

Dari banyak pengalaman mereka yang telah sukses di dunia blogging, (dan dari apa yang saya rasakan sendiri), ternyata untuk dapat menghasilkan uang dengan baik dari sebuah blog, diperlukan kerja keras yang luar biasa. Bukan dengan sedikit usaha, apalagi tidak berbuat apa-apa. Banyak hal yang harus dilakukan, seperti:
  • membuat posting setiap hari
  • bekerja keras untuk mempromosikan blog dan mendatangkan pengunjung
  • bekerja keras untuk menjaga sumber pendapatan, seperti menyiapkan produk, mencari sumber pendapatan baru, melayani klien yang memasang iklan, atau jika menjalankan program contextual ads seperti Adsense, maka harus terus memonitor dan melakukan optimasi, dan sebagainya
  • dan kerja keras di faktor lainnya, seperti SEO, memenej akun sosial media, membalas email, menjawab pertanyaan, memoderasi komentar, belum lagi masalah desain blog, 'mengawasi' pesaing, dan lain sebagainya.
Ada banyak hal yang mesti dikerjakan secara fokus, tidak setengah-setengah serta butuh kerja keras. Itulah yang membuat saya kembali bertanya, apakah mendapatkan dari blog masih bisa disebut sebagai passive income? Bagaimana pendapat Anda?

Salam.

Senin, 29 Juli 2013

Hitungan Sederhana di Balik CPM dan CPC

0 komentar
Saya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang menanyakan berbagai hal kepada saya, baik melalui Facebook, email maupun dari komentar-komentarnya di blog ini, karena banyak dari pertanyaan-pertanyaan mereka saya mendapatkan ide untuk menulis artikel.

Salah satu dari hal yang sering juga ditanyakan kepada saya adalah tentang pengertian istilah-istilah yang digunakan program periklanan semisal Google Adsense. Di antaranya adalah pengertian CPM dan CPC. Dan kali ini saya coba menjelaskan, bukan hanya pengertian dari istilah itu, tapi juga mencoba membicarakan tentang rumus dan hitungan di balik istilah tersebut. Sebagai blogger yang akrab dengan dunia periklanan tentu saja kita dituntut lebih memahami hal-hal yang berkaitan dengan internet advertising.

Mari kita bahas satu-satu:

Rumus CPM
CPM adalah kependekan dari Cost per Mille. Mille sendiri berasal dari Bahasa Latin yang berarti seribu, jadi CPM jika diterjemahkan menjadi bayar per seribu. Dalam hal periklanan ini berarti pengiklan akan membayar per 1000 impresi (atau biasa juga disebut page view atau tampilan halaman) dari setiap unit iklan yang ditampilkan di situs/blog kita. Ini adalah salah satu metode yang paling banyak digunakan dalam dunia periklanan internet. Besaran nilai dari CPM berkisar dari mulai $0,1 - $25 atau lebih, tergantung dari ukuran, penempatan dan nilai situs/blognya sendiri.

Mari ambil sebuah contoh. Misalkan Anda mengikuti program jaringan periklanan yang menawarkan iklan dengan nilai $5 CPM untuk sebuah banner berukuran 300x250 untuk ditampilkan di bagian atas situs/blog Anda. Kemudian Anda memasangnya di blog Anda dan mendapatkan 100.000 page view dalam sebulan, maka Anda akan mendapatkan bayaran sebesar $5 x 120.000 / 1.000. Rumusnya:

Pendapatan = CPM x (total impresi / 1.000)

Yang perlu diingat adalah, kita harus membagi total tayangan halaman dengan 1.000, karena harga CPM adalah berdasar per 1.000 tayangan halaman. Jadi dalam contoh di atas, mudahnya adalah $5 x 100 = $500.

Sekarang mari kita balik rumus tersebut. Andaikan Anda menawarkan space 125x125 untuk sidebar blog Anda, dan Anda menetapkan harga tetap sebesar $100 per bulan. Blog Anda sendiri memiliki page view sebanyak 100.000 kali per bulan. Dan pada suatu hari, ada seorang advertiser (yang tertarik memasang iklan di blog Anda), menanyakan berapa CPM untuk space yang Anda tawarkan. Bagaimana Anda memberikan jawaban?

CPM = harga yang ditetapkan / (total impresi / 1.000)

Sederhana. Anda tinggal membagi harga yang Anda tetapkan ($100) dengan total impresi dalam ribuan (100), sehingga $100 / 100, jadi harga efektif untuk space iklan 125x125 di sidebar blog Anda senilai $1.

Rumus CPC
CPC adalah kependekan dari Cost per Click, jika diterjemahkan menjadi Bayar per Klik (BPK). Ini juga salah satu model periklanan yang sangat populer dan paling banyak digunakan. Program periklanan semisal Google Adwords/Adsense juga menggunakan model ini. Dalam model periklanan CPC, pemasang iklan akan membayar sejumlah nilai uang untuk setiap klik yang diterima dari publisher. Nilainya bervariasi, antara $0,1 - $50 atau lebih, tergantung dari niche, kompetisi keyword, dan darimana klik tersebut berasal. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai sistem yang digunakan oleh Adsense, misalnya, silakan baca artikel saya sebelumnya, mengenal penetapan harga cerdik oleh Adsense.

Kita kembali ke CPC, rumusnya sangat-sangat sederhana:

Pendapatan = CPC x jumlah klik

Jika rata nilai CPC untuk blog Anda sebesar $0,1 dan Anda mendapatkan sebanyak 1000 klik per bulan, maka penghasilan Anda sebesar $0,1 x 1000 = $100.

Sekarang, mari kita balik seperti contoh untuk CPM. Andaikan Anda menawarkan space 728x90 (leaderboard) di header blog Anda senilai $500 dan biasanya rata-rata space tersebut mendapatkan sebanyak 2.500 klik per bulan. Suatu hari ada seorang advertiser menawar space tersebut dan menanyakan berapa harga rata-rata CPC blog Anda? Kembali ke rumus:

CPC = harga tetap per bulan / jumlah banyaknya klik

Sekali lagi, yang harus diingat adalah 'cost per click' atau bayar per klik, jadi Anda tinggal membagi harga yang ditetapkan dengan jumlah rata-rata klik per bulan. Sehingga hitungannya $500 / 2.500 = $0,2 jadi nilai rata CPC-nya sebesar $0,2.

Selain 2 model di atas, masih ada lagi model lainnya, seperti CPA (Cost per Action), CPL (Cost per Lead) dan CPS (Cost per Sale) yang kesemuanya itu sangat mirip dengan perhitungan CPC. Insya Allah suatu hari saya juga akan mengulas tentang model periklanan tersebut.

Semoga setelah membaca artikel ini, kita menjadi lebih paham dengan istilah dan perhitungan di balik model periklanan yang sehari-hari kita geluti. Sukses selalu untuk kita semua.

Salam.

Minggu, 28 Juli 2013

Cara Terbaik Menghasilkan Uang Internet: Lakukan Saja Hal yang Anda Sukai

0 komentar
Entah sudah berapa kali saya mendapatkan pertanyaan, 'apa cara terbaik untuk mendapatkan uang dari internet?' Mereka rata-rata 'hilang semangat' ketika saya katakan: 'Anda harus fokus membuat blog yang bagus, fokus ke pemasaran afiliasi, kerja keras di search engine optimation, desain template, promosi blog, menjual e-book, dan seterusnya, dan seterusnya....'

Satu kalimat singkat yang selalu saya katakan untuk menjawab pertanyaan mereka adalah: 'tidak ada cara terbaik untuk menghasilkan uang lewat internet!' Dalam model bisnis apapun, jika ingin sukses, maka harus kerja keras, kerja cerdas, berusaha terus-menerus dan pantang menyerah.

Mari kita melihat kenyataan dan berpikir realistis. Ada jutaan blogger di dunia ini, ada jutaan penjual e-book, ada jutaan reseller, ada jutaan ahli SEO, dan seterusnya.... Lalu dimana posisi kita? Jangan pernah bermimpi, hanya dengan membuat blog, lalu memasang iklan di dalamnya, uang akan mengalir deras ke kantong kita dengan sendirinya. Tidak! Diperlukan usaha lebih untuk sukses di dalam bisnis apapun, termasuk mendapatkan uang dari internet. Juga sebuah kenyataan bahwa ngeblog adalah salah satu cara menghasilkan uang dari internet yang paling lambat. Itu adalah model bisnis jangka panjang, bukan sebuah jalan mudah atau jalan pintas menjadi kaya dalam waktu singkat.

Dalam setiap kesempatan saya juga tidak pernah mengatakan bahwa mencari uang dari internet adalah hal yang mudah. Itu adalah pekerjaan berat. Sama beratnya dengan membangun bisnis apapun.

Inti dari yang ingin saya sampaikan kali ini adalah: jangan fokus untuk mencari cara terbaik untuk menghasilkan uang lewat internet, karena sungguh tidak ada yang namanya cara yang terbaik, yang akan memberikan penghasilan besar dengan cepat.

Saran terbaiknya adalah: lakukan saja hal yang Anda senangi, yang Anda sukai, sesuatu yang membuat Anda terus bergairah di dalamnya. Lalu fokus, kerja keras untuk hal tersebut. Sampai Anda mencapai yang terbaik yang mampu Anda capai. Dan uang akan mengalir dengan sendirinya.

Jika Anda masih bingung untuk memulai dari mana, pelajari cara mendapatkan uang dari blog.

Salam.

Sabtu, 27 Juli 2013

Pasang Iklan Sebanyak-banyaknya, Untung Atau Rugi?

0 komentar
Mengawali tulisan saya kali ini, saya ingin bercerita tentang seseorang, sebut saja namanya Gee Jhon (mau pakai nama lain, takutnya ada yang marah, hehehe....)

Dia baru saja mengenal dunia internet, awalnya internet hanya digunakan sebatas kirim email, narsis di jejaring sosial, dan baca-baca berita yang lagi hangat. Tidak lama, akhirnya dia mendengar (tepatnya membaca) bahwa ternyata orang bisa mendapatkan uang dari internet. Lalu dia (Gee Jhon ini) mulai mencari-cari, mengobok-obok Google, mencari informasi tentang 'cara mudah' mendapatkan uang dari internet. Akhirnya sampailah dia pada sebuah blog yang mengajarkan cara bagaimana menghasilkan ribuan dolar per bulan dari sebuah blog!

Dengan penuh semangat, Gee Jhon mulai membuat sebuah blog. Dengan penuh semangat pula, dia menulis artikel setiap hari. Blognya mulai mendapatkan pengunjung. Lalu dia penuhi blognya dengan segala macam jenis iklan; banner, link-ads, adsense, kontera, chitika, program afiliasi dan sebagainya. Sampai tidak ada space kosong secuilpun, kecuali penuh berisi iklan, dengan harapan dapat dengan cepat mendapatkan ribuan dolar seperti yang dia baca di blog yang 'menginspirasinya' tadi.

Beberapa bulan berjalan, Gee Jhon ternyata mendapati hanya mampu menghasilkan tidak lebih $50 per bulan, setelah bekerja begitu keras selama beberapa bulan yang lalu.

Terdengar tidak asing tentang cerita di atas? Lalu apa yang salah? Ok, sekarang mari kita lupakan dulu si Gee Jhon yang sedang kebingungan. 

Saya sendiri, setiap kali melihat sebuah blog baru dengan tampilan "ngejreng" dan dipenuhi dengan iklan yang seabrek, yang ada dalam pikiran saya adalah bahwa pemilik blog itu sedang berusaha keras untuk mendapatkan uang dengan cepat, dibandingkan dengan sedang mengembangkan blognya itu sendiri.

Tentu saja, tidak ada yang salah kita membuat blog untuk mendapatkan uang. Tapi, apakah bijaksana memenuhi blog dengan seabrek iklan?

Satu kalimat yang saya yakini: membangun blog yang sukses menghasilkan uang adalah hal bagaimana menjadi besar, bukan bagaimana memenuhi space dengan banyak iklan. Setidaknya ada 2 hal yang menjadi masalah.

Pertama, ketika kita memasang iklan sebanyak-banyaknya di setiap ruang kosong di blog kita, maka kita akan menghancurkan reputasi kita sendiri. Pembaca akan berpikir bahwa kita adalah orang yang 'rakus', yang hanya memikirkan bagaimana mendapatkan uang dengan cepat, dan kemungkinan besar tidak akan pernah kembali lagi.

Kedua, jika kita berusaha bagaimana mendapatkan uang sebanyak-sebanyaknya dengan cepat dari sebuah blog, yang memiliki visitor unik kurang dari 1000/hari, kita pasti hanya akan menuai kecewa, dan itu adalah awal yang buruk untuk mengembangkan blog selanjutnya, yang pada akhirnya dengan terpaksa kita menurunkan target, dan lebih parah: kehilangan semangat!

Kesimpulannya adalah: jika kita ingin sukses mendapatkan penghasilan dari internet, bangun dulu audience, bangun kredibilitas, bangun brand, bangun kepercayaan dari pengunjung. Jika telah mencapai tahap tersebut, apapun yang kita lakukan, bahkan memenuhi blog dengan banyak iklan pun tidak akan mendapatkan banyak masalah, (meskipun saya melihat banyak blog dan situs yang sukses tetap bijak dalam menempatkan iklan di situs/blog mereka). Paling tidak mereka sangat menghindari memasang unit iklan yang mengganggu, seperti pop-up dan iklan in-text.

Bagaimana pendapat Anda? Sukses selalu buat kita.

Salam.

Followers

 

Blogspot.com. Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com