Jumat, 27 September 2013

Sepenggal Cerita Seorang Freelancer Baru


Waktu itu, sama seperti kebanyakan orang, aku memanfaatkan internet hanya sekadar untuk mencari informasi, main facebook, twitteran, sesekali kirim-kirim email ke teman yang jauh. Sama sekali tak terbayang kalau ada bagitu banyak peluang mendapatkan penghasilan dari internet.

Hingga suatu hari, ada seorang kenalan jauh (kenal lewat internet juga), menyarankan salah satu peluang mendapatkan uang dari internet yaitu dengan menjadi freelancer, yaitu menawarkan satu jasa kepada orang lain lalu kita dibayar. Akhirnya atas saran teman itu, aku mendaftar ke salah satu situs freelance yang cukup populer para pekerja lepas.

Dari situlah cerita ini berawal. Yah, namanya juga orang baru, masih belum banyak mengerti seluk-beluk dunia freelance, akhirnya pada hari itu juga aku langsung "apply" banyak job sekaligus. Dan, ternyata di hari pertama itu aku langsung mendapatkan tawaran job, yaitu membuat desain sebuah logo. Kliennya dari negara Inggris sana. Dengan penuh semangat, aku kerjakan job itu.

Tapi, kemudian ini klien mulai ngelantur, pertama dia minta dibuatin logo untuk situs perusahaannya: A. Tapi dengan alasan nama perusahaannya ganti, dia minta lagi dibuatkan logo yang baru: B. Setelah jadi aku buatkan, dia minta dibuatkan konsep baru. Wah, benar-benar jengkel aku waktu itu, tapi karena semangat dan ingin menjadi freelance yang sukses, akhirnya aku kerjakan juga dengan baik.

Setelah desain terakhir yang dia minta aku kirimkan, dia bilang: "Wow, this is great, I loved it very much!" Tentu saja aku senang saja hasil karyaku dipuji. Tapi 15 menit kemudian, dia mengatakan (gak usah Inggris ya? Hehehe..) "Tadi barusan istriku bangun, dan dia bilang logonya jelek. Jadi maaf sekali desain anda tidak saya pakai, tapi tenang saja saya tetap akan membayar anda sebesar $5, dan akan saya kasih rating maksimal, untuk udah cukup bagus untuk orang baru". 

Apa?! Aku dibayar $5 untuk 4 logo? Dari kesepakatan awal $40 untuk satu logo? Wah, gak bener nih! Sampai di sini aku mulai sadar, ada yang tidak beres dengan ini klien. Sadar, kalau aku sedang dimanfaatin, dikerjain. Tapi, ya sudah mau gimana lagi. Toh dia cuma mau bayar $5, sedangkan pihak pengelola pun tidak bisa berbuat banyak pada kontrak "fix priced".

Jadi, ternyata ada klien-klien nakal yang suka manfaatin para new-comer, para pendatang baru, untuk mendapatkan harga semurah-murahnya dengan iming-iming memberikan rating yang bagus.

Memang, dimana-mana selalu saja ada orang yang oportunis, yang memanfaatkan kelemahan orang lain. Tapi, dengan kejadian itu, aku jadi makin mengerti dan terpacu untuk belajar lebih banyak dalam tentang dunia freelancer. Dan alhamdulillah setelah itu, semuanya menjadi lebih mudah. Beberapa hari kemudian, aku mendapatkan job pengganti yang cukup besar nilainya. Dan sekarang, rata-rata aku bisa mendapatkan 3 - 5 job per minggu. Semua berawal dari niat terus belajar dan meningkatkan kualitas pelayanan. 

Nah, biar anda tidak mengalami apa yang pernah saya alami dulu, silakan anda baca Tips Untuk Freelancer Sukses, dan bagi anda yang belum mengerti apa itu freelancer, silakan baca tulisan saya yang lalu Kerja Fleksibel, Menjadi Freelancer. Semoga bermanfaat.

Salam.

0 komentar:

Posting Komentar

Followers

 

Blogspot.com. Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com