Tampilkan postingan dengan label Tips Menulis Konten. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Menulis Konten. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Desember 2013

Mana yang Lebih Penting Bagi Blogger? Kulit atau Isi?

3 komentar
Ada dua pendapat yang saling bertolak belakang:

Pertama, orang yang percaya bahwa cara menyajikan atau gaya akan selalu menang. Seorang penulis yang lihai akan selalu dibaca, tidak peduli apapun yang disampaikan

Kedua, kebalikan dari pertama, yaitu orang yang yakin bahwa konten adalah 'raja'. Jika Anda memiliki informasi hebat, maka pasti akan dibaca meski tidak ditulis dengan baik.

Menurut saya, dua-duanya salah. Dua-duanya terlalu ekstrim.

Masalah di konten. Jika Anda tidak memiliki 'sesuatu' untuk dikatakan, maka Anda tidak akan menemukan pembaca. Gaya menulis paling hebat sekalipun tidak akan pernah mengalahkan substansi. Anda tidak bisa hanya mengandalkan kulit, tanpa memperhatikan isi.

Masalah di gaya dan cara penyajian. Konten atau informasi hebat tidak cukup dengan sendirinya. Coba Anda perhatikan contoh di bawah ini:
  • "10 Tips Menggunakan Blogger"
  • "10 Cara Mudah Mendapatkan yang Terbaik dari Blogger, Hari ini!"
Saya yakin, Anda setuju bahwa yang kedua jauh terlihat lebih menarik yang tentu saja lebih berpeluang dibaca lebih banyak dibanding yang pertama, meskipun informasi di dalamnya persis sama. Anda tidak bisa hanya mengandalkan isi, tanpa memperhatikan kulit.

Bagaimana cara memperbaiki gaya penulisan (kulit)?
Jika Anda telah mengemas posting blog Anda penuh dengan informasi hebat dan nilai berguna, tapi Anda kesulitan mendapatkan respon yang memadai, maka mungkin yang jadi masalah adalah cara penyajian Anda.

Cobalah beberapa hal berikut:
  • Ambil lebih banyak waktu untuk mengedit setelah selesai menulis. Bacalah dengan keras tulisan Anda, untuk mengetahui apakah tuturan kata dan kalimat telah mengalir dengan baik.
  • Buatlah judul yang bagus dan menarik, serta buatlah kalimat pembuka yang mengundang rasa penasaran pembaca untuk terus melanjutkan membaca sampai selesai.
  • Menulislah seperti berbicara kepada seorang teman, seperti Anda tengah berbicara empat mata. Gunakan lebih banyak kata "Anda" dibandingkan kata "Saya".
  • Mintalah seorang (atau beberapa) teman untuk me-review tulisan Anda, dan mintalah pendapat mereka, dimana letak kelemahan dari tulisan tersebut dan bagian mana yang perlu diperbaiki. Pendapat seorang teman, sangat berharga.
Bagaimana cara meningkatkan konten (isi)?
Jika Anda tahu bahwa Anda seorang penulis yang bagus, tapi belum mampu membangun audiens yang sepadan, maka mungkin Anda bermasalah di isi, informasi atau ide utama tulisan-tulisan Anda.

Untuk meningkatkannya, cobalah hal berikut:
  • Tanyakan pada pembaca Anda, apa yang mereka inginkan dari Anda untuk menulisnya. Anda akan terkejut dengan respon mereka, cobalah! Saya sendiri, begitu banyak artikel yang saya tulis atas masukan dari pembaca. Thanks to all of you! 
  • Fokus untuk memberi nilai lebih di setiap posting Anda. Tanyakan pada diri sendiri, "Apa yang benar-benar pembaca dapat dari tulisan ini?"
  • Buatlah artikel jenis: "how to" (bagaimana melakukan sesuatu) atau berupa daftar item (berisi daftar tentang sesuatu, seperti 10 tips terbaik...., 50 cara termudah..... dan sebagainya). Itu cara termudah menawarkan sesuatu yang berguna.
  • Persempit topik blog. Fokuslah ke satu topik kunci, alih-alih menulis tentang segala sesuatu dan setiap apapun yang Anda tertarik terhadapnya.
Demikianlah, kulit dan isi sama-sama penting. Tidak ada satu yang lebih penting dari lainnya. Keduanya harus dikemas satu paket.

Lebih jauh tentang menyajikan tulisan yang baik, silakan baca artikel saya: Cara Membuat Tulisan yang Bagus. Saya mengulasnya secara lebih mendalam.

Bagaimana pendapat Anda sendiri tentang kulit dan isi? Mana yang lebih penting menurut Anda? 

Blog manakah yang lebih Anda sukai untuk dibaca: Blog yang menyajikan konten berguna, membahas masalah secara mendalam tapi ditulis dengan tidak begitu baik? Ataukah blog dengan gaya dan cara penulisan yang membuat Anda menikmati membacanya? Bagilah pendapat Anda melalui komentar.

Salam.

Jumat, 22 November 2013

5 Cara Berdayakan Posting Lama

0 komentar
Membuat konten blog tidak selalu berarti kita harus membuat posting yang benar-benar baru. Sekarang, alih-alih membuat konten baru, bagaimana kalau sesekali kita memberdayakan posting lama?

Setelah sekian lama ngeblog, mungkin Anda memiliki banyak artikel 'terkubur' dalam tumpukan arsip. Artikel ini kurang mendapatkan perhatian dan tidak dibaca oleh pengunjung baru maupun mereka yang berlangganan sejak lama, karena mereka jarang sekali mengeksplorasi arsip Anda.

memanfaatkan posting lama dan arsip blog
Nah, sekarang saatnya Anda memberdayakan posting lama Anda.

Selain melakukan update posting lama, untuk membuat arsip lebih berkilau, cobalah hal-hal di bawah ini:

1. Memberi link ke posting lama
Ini cara yang paling mudah. Tapi, sudahkah Anda melakukannya? Dengan memberi link ke posting lama akan membantu memberi trafik kepada mereka.

Caranya bisa rupa-rupa. Yang paling mudah adalah dengan memberi link ke artikel lama setiap kali membuat posting baru. Cari artikel yang relevan, agar kemungkinannya lebih besar untuk dibuka oleh pengunjung.

Cara lainnya adalah mungkin dengan membuat sebuah review yang dituangkan khusus dalam sebuah posting baru. Review berupa ulasan artikel-artikel populer di masa lalu. Bisa juga dengan menyusun secara sistematis sebuah bahasan tertentu secara runut, yang terdiri dari postingan lama Anda. Contohnya adalah seperti artikel saya yang ini: Cara dan Langkah Sukses Mendapatkan Uang dari Adsense. Cara cukup efektif, selain mengangkat posting lama, juga banyak membantu pembaca mengeksplorasi konten Anda.

Bisa juga dengan cara membuat review bulanan, seperti artikel terpopuler bulanan  (contohnya seperti ini: Review 10 Artikel Terpopuler Oktober 2013), mingguan, mungkin juga review artikel terbanyak dikomentari, dan lain sebagainya. Cobalah. Kreatiflah. Yang jelas bagaimana kita memberi link ke posting lama.

2. Promosikan posting lama
Selama ini mungkin Anda melakukan promosi hebat untuk sebuah posting baru. Mungkin dengan membagikannya lewat facebook, Google+, Twitter, meminta blogger lain untuk mempromosikannya dan sebagainya. Tapi, pernahkah Anda mempromosikan posting lama Anda? Lakukan. Hanya butuh beberapa menit untuk melakukannya bukan?

3. Publikasikan ulang posting lama
Apakah Anda memiliki posting lama yang hebat, tapi karatan dalam tumpukan arsip dan tak pernah dibaca lagi oleh pengunjung blog Anda?

Berdayakan posting tersebut, dengan mempublikasikan ulang. Anggap saja itu adalah artikel terbaru Anda. Ya. Kenapa tidak? Saya pernah beberapa kali melakukannya. Dan hasilnya, artikel tersebut jauh lebih bermanfaat dan dibaca lebih banyak.

4. Buatlah menjadi sebuah ebook
Anda berniat membuat ebook, untuk diberikan kepada pengunjung secara gratis. Namun, sayangnya Anda merasa tidak punya cukup waktu untuk melakukannya. Kenapa tidak memanfaatkan posting lama Anda untuk dijadikan sebuah ebook?

Anda memang butuh menambahkan kata pengantar mungkin, dan sedikit melakukan edit disana-sini, tapi pastinya 90% bahan ebook Anda telah siap. Selain itu pengunjung blog akan senang mendapatkan tulisan yang telah disusun secara rapi dan sistematis.

5. Buat versi audio
Tidaks sedikit yang mengatakan audiblog / podcast adalah sekadar tren sesaat. Tapi apa salahnya membuat blog Anda berbicara? Yang jelas, memang tidak semua orang menyukai membaca tulisan, mereka lebih menyukai materi dalam bentuk audio.

Alih-alih menghadirkan posting yang benar-benar baru, kenapa tidak mencoba membuat versi audio beberapa posting lama yang Anda anggap berguna? Anda tinggal membaca kemudian merekamnya, dan dijadikan MP3. Lalu sajikan ke pembaca.

Itulah cara membuat posting lama menjadi lebih berguna. Jika Anda memiliki tips lainnya, berbagilah melalui kolom komentar. Semoga bermanfaat.

Salam.

Senin, 18 November 2013

Call to Action: Membuat Artikel Lebih 'Mengigit'

0 komentar
Apa itu call to action? Seberapa penting menambahkannya di setiap artikel yang kita buat?

Call to action, jika diterjemahkan bisa berarti 'seruan tindakan'. Ini adalah istilah adalah dalam dunia tulis-menulis, secara sederhana yaitu berarti: meminta atau mengajak pembaca untuk melakukan sesuatu.

Selama ini mungkin Anda telah banyak menulis artikel hebat, namun jika tidak disertai call to action, maka tidak akan mendapatkan hasil seperti yang diharapkan.

Disinilah pentingnya seruan tindakan ini. Ingat, begitu selesai membaca sebuah artikel, pembaca memiliki begitu banyak pilihan: bisa membuka halaman lain, mengklik sebuah link, memberi komentar, dan lain sebagainya, bahkan mungkin meninggalkan blog Anda!

Jika Anda tidak mengarahkan apa yang mesti dilakukan oleh pembaca, maka kemungkinan besar (dalam kebingungannya) pembaca akan segera meninggalkan blog Anda. Sekali lagi, itulah pentingnya call to action.

memperbaiki artikel dengan call to action
Seruan tindakan ini bisa berupa:
  • Berlangganan artikel Anda
  • Membeli ebook / produk
  • Membagikan artikel ke sosial media
  • Berkomentar
atau ajakan lainnya, apapun, yang sekiranya bermanfaat untuk Anda dan atau untuk pembaca.

Call to action harus jelas dan spesifik
Jangan menganggap hanya dengan menaruh suatu link, pembaca sudah mendapatkan pesan: "untuk mendapatkan informasi lebih jauh, klik disini!" Tidak. Anda harus menyampaikannya dengan jelas dan spesifik. Tulislah. Begitupun jika Anda ingin mendapatkan komentar, beri alasan atau pertanyaan yang spesifik untuk mereka pikiran.

Dimana menempatkan call to action?
1. Di bagian penutup artikel
Ini tempat yang paling umum dan efektif untuk menempatkan seruan tindakan. Anda membantu mempermudah pembaca, apa yang harus dilakukan selanjutnya setelah mereka selesai membaca. 

Seperti yang sudah saya singgung diatas, setelah selesai membaca sebuah artikel, ada banyak pilihan bagi mereka. Tugas Anda menuntun pembaca untuk membantu mereka mendapatkan yang terbaik. 

Contoh kalimat call to action yang umum dan bagus:
  • Bagaimana pendapat Anda tentang [topik] ini? Berikan pendapat melalui komentar.
  • Jika Anda menikmati artikel ini, bagikan ke teman Anda dengan mengklik tombol share di sebelah kiri.
  • Untuk mendapatkan informasi lebih tuntas, klik [link ke halaman lain].
  • Bookmark halaman ini, untuk referensi Anda di masa yang akan datang.
(Anda memiliki kalimat call to action favorit? Bagikan melalui komentar!)

2. Di sepanjang artikel
Bisa di awal, di tengah seperti dalam artikel saya kali ini (Anda telah menemukan call to action yang saya maksud?) 
Teknik ini juga bagus, membuat pembaca telah memikirkan tindakan sejak pertama kali membaca artikel. Sehingga begitu selesai membaca, mereka sudah tahu apa yang akan dilakukan selanjutnya.

Contoh:
  • Untuk tulisan berupa list. Mari kita lihat lebih jauh tentang 10 poin di bawah ini (Anda bisa menambahkan sendiri melalui komentar).
  • Merekomendasikan artikel lain. Jika belum, silakan Anda baca [link ke halaman lain] untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik.
Nah, sekarang giliran Anda. Lihatlah kembali goal atau target blog Anda yang belum tercapai (seperti meningkatkan langgan melalui email, atau jumlah komentar yang masuk), dan bantu mencapainya dengan menulis call to action yang baik pada setiap posting Anda berikutnya. Semoga bermanfaat.

Salam.

Rabu, 13 November 2013

3 Pertanyaan Penting Sebelum Anda Menulis Setiap Posting

0 komentar
Inilah 3 pertanyaan tersebut:

1. Jika saya dapat meringkas seluruh tulisan ini dalam satu kata, apa kata tersebut?

2. Kenapa orang tertarik ingin membaca tulisan saya?

3. Apa yang akan dilakukan orang setelah membaca tulisan saya?

Adalah keinginan setiap penulis untuk bisa menyajikan karya dengan bahasa yang tajam, jelas dan sederhana. Dengan begitu, penulis tersebut mampu menyampaikan gagasan kepada pembaca dengan baik. Setiap penulis pasti ingin tulisannya dimengerti dengan baik oleh pembacanya.

Sayangnya, pada saat memulai, seorang penulis mudah sekali kehilangan arah dan ketajaman pada obyek yang hendak diangkat. Ada banyak berseliweran ide, gagasan, pemikiran berkecamuk di dalam benak, yang dengan mudah membuat kehilangan fokus dan keluar dari topik.

Untuk mengatasi hal ini, saya menggunakan tiga pertanyaan diatas, untuk membuat saya tetap bisa stay tune, fokus, tidak melebar dan tetap berada pada 'jalan yang benar'.

Jika saya dapat meringkas seluruh tulisan ini dalam satu kata, apa kata tersebut?
membuat posting yang tajam, jelas dan bermanfaat
Jika Anda telah mendapatkan ide pokok untuk postingan, Anda dapat mengembangkan pemahaman yang lebih baiik terhadap inti dari hal yang akan disampaikan itu. Mengajukan pertanyaan semacam ini akan memaksa Anda untuk berpikir, memilih dengan cepat dari banyak sekali ide berserabutan di dalam benak.

Sekali Anda menemukan sebuah kata yang dapat menggambarkan secara utuh seluruh isi dari tulisan, Anda pasti memiliki pendangan lebih tajam dan jelas tentang segala sesuatunya.

Salah satu cara yang bisa digunakan untuk mencari kata tersebut adalah dengan cara membuat daftar. Tuliskan sebanyak kata yang melintas dalam pikiran Anda yang kirang berhubungan dengan topik yang ingin diangkat. Tulis saja, meskipun mungkin kata tersebut hanya berhubungan tidak secara tidak langsung dengan inti topik.

Setelah itu, barulah Anda memeriksa satu persatu. Sortir, buang mana kata yang tidak relevan, sampai Anda menemukan satu kata yang benar-benar sesuai menggambarkan ide pokok keseluruhan tulisan Anda.

Jika Anda masih saja belum yakin dengan kata terakhir yang didapat, gabungkanlah dengan beberapa kata lain, untuk menemukan kata baru yang lebih sesuai. Dengan cari Anda bisa lebih mudah menjawab pertanyaan diatas.

Jika satu kata, kelihatannya terlalu sempit dan membatasi, buatlah menjadi satu kalimat. Kalimat ini yang menjadi ide, menggambarkan seluruh tulisan yang akan Anda hasilkan nanti. Untuk posting saya kali ini, kalimat saya adalah: menulis posting yang jernih, mudah dan bermanfaat.

Kenapa orang ingin membaca tulisan ini?
Semua orang, pasti cenderung hanya ingin membaca tulisan atau artikel yang mereka pikir bisa memberikan manfaat dalam segala bentuknya.

Meskipun jika Anda menulis untuk tujuan hiburan semata, pembaca Anda tetap 'mendapatkan' sesuatu dari tulisan tersebut.

Menulis skandal pejabat publik dengan artis ternama? Jika Anda hanya menyajikan 'detil peristiwanya' saja, mungkin pembaca Anda akan semaput membacanya. Orang akan membaca tulisan Anda, jika mereka tertarik dengan bumbu-bumbu pelengkap yang membuat tulisan memberi nilai lebih dibandingkan hanya berupa laporan suatu peristiwa. Hasil akhir yang harus dikejar adalah, setelah selesai mereka membaca, mereka puas, mereka mendapatkan sesuatu. Sesuatu yang memiliki nilai untuk mereka.

Apa yang akan dilakukan orang setelah membaca tulisan ini?
Pada akhirnya, tanyakan: Kemana orang akan pergi? Apa yang orang akan lakukan setelah membaca tulisan ini?

Apakah mereka akan membuka google mencari materi yang sama, karena ada sesuatu 'yang tidak terpuaskan' dari tulisan Anda? Apakah mereka begitu saja meninggalkan blog Anda?

Sebagi seorang penulis (blogger itu penulis, bukan?), Anda harus memiliki kontrol tentang apa yang akan dilakukan oleh pembaca setelah selesai membaca tulisan Anda. Kontrol disini, tentu saja bukan kontrol yang bersifat memaksa, tapi kontrol dengan suatu cara yang menunjukkan bahwa Anda peduli terhadap kebutuhan mereka, Anda ingin membantu mereka.

Untuk melakukan hal ini, beri link ke sumber lain yang kiranya bisa membantu menjelaskan hal-hal yang samar atau bagian-bagian sulit dari tulisan Anda. Seperti misalnya, jiak Anda terpaksa menggunakan suatu istilah yang sulit, beri link ke Wikipedia agar pembaca segera dapat mempelajarinya. Jika tidak, maka mereka akan mencari tahu dengan cara mereka sendiri, yang biasanya itu berarti meninggalkan blog Anda!

Dengan tujuan yang sama, berikan link ke artikel-artikel Anda lainnya yang Anda anggap dapat memberi penjelasan yang lebih detil. Atau bisa juga dengan memberi daftar artikel terkait di setiap akhir tulisan Anda. Ini memberi kesempatan kepada pembaca, melihat apa yang telah Anda sampai sampaikan sebelumnya terkait topik tersebut dari sudut pandang lain.

Satu hal yang patut selalu diingat, bahwa Anda menulis untuk pembaca. Tulisan dibuat untuk dibaca orang lain.

Dan jika Anda merasa pasti dan gamblang tentang ide kunci dan manfaat dari posting Anda, maka Anda akan mampu menulis lebih jernih, tajam, tentu saja akan lebih banyak dibaca orang lain. Adakah yang lebih diinginkan seorang blogger?

Apakah Anda memiliki pertanyaan lain, yang mesti dijawab sebelum menulis artikel? Bagikan pengalaman Anda melalui kolom komentar.

Salam.

Ingin tahu lebih jauh pertanyaan yang mesti dijawab sebelum menghasilkan tulisan hebat? Baca juga artikel saya sebelumnya: Menulis Artikel Hebat: Jawab Semua Pertanyaan Ini!

Selasa, 05 November 2013

35+ Tempat Cari Foto dan Gambar Bebas Royalti

0 komentar
Pada dasarnya memang saya ini (karena pekerjaan) bisa disebut 'pemburu' gambar. Saya suka mengumpulkan gambar atau foto-foto yang unik dan kreatif. Selain sebagai bahan desain juga seringkali hanya untuk dinikmati dan sumber inspirasi. Tidak ketinggalan juga untuk mempercantik postingan di blog.

Saya telah menghabiskan banyak waktu untuk mencari, mengunjungi situs-situs internet guna menemukan foto atau gambar yang saya inginkan. Sebenarnya saya pernah menulis artikel: dimana mencari gambar untuk blog, disitu saya saya menyebutkan 3 tempat paling sering kunjungi untuk menemukan foto-foto yang saya cari.

Namun, ternyata banyak yang 'kurang puas' dan menanyakan dimana lagi dapat menemukan foto secara gratis untuk postingan blog dan keperluan lainnya.

cari gambar dan foto gratis
Untuk itu, kali ini saya berikan daftar website yang selama ini jadi langganan saya untuk mendapatkan gambar, foto, ilustrasi royalty free yang bebas Anda gunakan untuk berbagai keperluan. Tidak semuanya 'benar-benar gratis' (banyak juga di antaranya yang benar-benar bisa download gratis), tapi semuanya adalah bebas royalti. Dan inilah daftarnya:

Yang ini pasti Anda tahu kan? Bagaimanapun ini harus masuk daftar, karena merupakan tempat komprehensif untuk menemukan image di internet. Namun, perlu diingat tidak semua hasil pencarian adalah bebas hak cipta. Untuk itu kunjungi situs asli penyedia fotonya untuk memastikan Anda boleh menggunakannya secara bebas.

Yah, bisa dibilang ini pesaing Google Image Search, jadi saya rasa cukup jelas. Di sini Anda dapat menggunakannya untuk menemukan foto yang sedang Anda butuhkan.

Selain dua di atas, ini pun tidak kalah. Sama seperti Google dan Yahoo, hasil pencarian tidak semuanya free, jadi, gunakan secara bijak dan hati-hati jangan sampai melanggar hak cipta orang lain.

4. Flickr
Flick adalah sebuah situs hosting image dan video gratis, layanan web dan komunitas online. Anda bisa menggunakan image dari sini untuk keperluan website dengan memberi kredit kepada pemiliknya.

5. Stock Exchange
Sebuah komunitas pecinta fotografi yang berbagi hasil karya mereka untuk digunakan secara gratis. Terdapat lebih dari 400.000 koleksi dari lebih dari 300.000 fotografer dari seluruh dunia. Tempat favorite mencari foto / gambar yang benar-benar free!

6. Pixabay
Sama dengan Stock Exchange, ini adalah komunitas berbagi foto dan image. Koleksinya tidak sebanyak SXC, tapi kualitasnya menurut saya rata-rata lebih bagus dari SXC. Anda bebas menggunakan foto dari situs ini tanpa atribusi karena semua free copy-righted.

7. Morgue File
Tersedia stok foto beresolusi tinggi yang dapat digunakan secara bebas dan gratis.

8. Getty Images
Selain gambar dan foto, disini Anda juga bisa mencari musik dan video.

9. Open Photo
Satu lagi komunitas fotografer yang berbagi stok mereka. Terdapat banyak kategori, alam, teknologi, binatang, arsitektur dan sebagainya.

10. Compfight
Ini adalah tool pencari gambar dari Flickr, tapi mereka juga mengatakan tidak berafiliasi dengan Flickr. Dengan Compfight Anda dapat menemukan image secara cepat dan efisien.

11. Image * After
Menyediakan image dan teksture beresolusi tinggi untuk tujuan komersial dan non-komersial. Diupdate hampir setiap hari.

12. StockVault
Situs berbagi stok foto. Tentu saja Anda bisa ikut serta di dalamnya, dan menggunakan image disitu secara gratis.

13. Free Images
Sumber image dan stok foto yang bisa dimanfaatkan oleh siapa saja. Koleksinya bebas digunakan untuk berbagai keperluan baik untuk website maupun untuk keperluan cetak.

14. FreeFoto
Koleksinya super banyak. Untuk memakainya di blog / situs, Anda harus memberi link dan atribusi.

15. Image Temple
Ini juga tempat untuk mendapatkan image bebas royalti untuk berbagai keperluan Anda.

16. Deviantart
Komunitas seniman. Terdapat banyak digital art, wallpaper art, traditional art dan banyak lagi.

17. FreeMediaGoo
Tidak ada batasan berapa jumlah yang Anda pakai, tidak juga memberi link. Semua bebas royalti.

18. Free Pixels
Baik untuk keperluan komersial maupun bukan, Anda dapat menggunakan image gratis dari sini.

19. Woophy
Singkatan dari World of Photography. Komunitas para fotografer berbagi karya mereka.

20. Kavewall
Kelihatannya lama tidak diupdate, tapi tetap masih tersedia banyak image yang bisa Anda cari disini.

21. FreeLargePhotos
Sumber gratis mendapatkan image untuk situs Anda, namun Anda diharuskan memberi backlink ke situs mereka.

22. Photogen
Anda bebas mengunduh. Gratis dan beresolusi tinggi. Hanya untuk penggunaan pribadi bukan untuk dijual kembali.

23. Free Stock Photography
Galleri image dan foto gratis. Mau dipakai untuk tujuan apapun, silakan.

24. Open Stock Photography
Untuk membantu para desainer menemukan image dan foto gratis yang mereka butuhkan.

25. Free Digital Photos
Tersedia ribuan gambar dan foto gratis siap didownload untuk keperluan komersial dan non-komersial. Tidak diharuskan registrasi untuk mengunduh.

26. EveryStockPhoto
Ini masih berupa search engine untuk foto. EveryStockPhoto mengindeks jutaan foto bebas royalti dari banyak sumber kemudian menyajikannya dalam halaman hasil pencarian yang terintegrasi dengan baik.

27. Ookaboo
Ookaboo adalah situs kumpulan gambar gratisan. Semua image di Ookaboo berada di public domain dan dibawah lisensi Creative Common, yang berarti Anda dapat menggunakan image yang ada disitu untuk website Anda, atau proyek kreatif lainnya. 

Semua foto atau gambar yang diunggah oleh admin dengan username: "freephotosbank" bebas dan gratis untuk digunakan keperluan website, buku dan majalah dan sebagainya. Anda tidak diperkenankan mengunduh foto untuk dijual atau pun dimodifikasi untuk keperluan komersial.

Situs ini menyediakan stok foto gratis, wallpaper gratis, background dan lain-lain. Kualitasnya lumayan bagus. 

Stok fotografi gratis, baik untuk penggunaan komersial maupun non-komersial. Semua image dan teksture bisa didapatkan dengan resolusi tinggi.

31. Shuttershock
Menyediakan jutaan image bebas royalti, stok foto, vector, ilustrasi dan sebagainya.

32. Fotolia
Di Fotolia Anda bisa membeli ataupun menjual foto bebas royalti, jadi selain Anda bisa mendapatkan foto yang diinginkan, disini juga Anda bisa menggali penghasilan tambahan dengan mengupload stok foto yang Anda miliki.

33. Photocase
Photocase adalah komunitas stok fotografi bebas royalti. Anda bisa membeli foto bebas royalti untuk keperluan komersial maupun non-komersial.

34. Aarin Free Images
Aarin menawarkan image digital yang benar-benar gratis. Disitu Anda juga bisa menemukan tips-tips desain web untuk membantu Anda mendapatkan ide untuk desain, dan juga manipulasi gambar.

35. Free Photograph Networks
Foto yang ada disini hanya boleh dipakai untuk kebutuhan non-komersial, dan bisa digunakan secara gratis. Sayangnya jumlah koleksinya tidak terlalu banyak.

36. PD Photo
Ribuan gambar bisa Anda pakai secara gratis. Namun tidak semuanya, ada gambar-gambar tertentu yang tidak gratis. Jadi Anda harus melihat lisensi pada masing-masing gambar sebelum mengunduhnya.

37. Animation Factory
Situs ini menyediakan template powerpoint, background powerpoint, clipart animasi, dan background video untuk bisa digunakan website, email dan lainnya.

38. BigStockPhoto
Seperti dari namanya, koleksi situs ini benar-benar banyak sekali. Hampir semua kebutuhan image Anda dapat diperoleh disini, dan termasuk koleksi bebas royalti.


Itulah daftar website tempat Anda bisa menemukan gambar dan foto yang Anda butuhkan. Ingat selalu, bahwa foto dari hasil dari mesin pencarian tidak semuanya gratis dan bebas digunakan, pastikan dengan mengunjungi situs aslinya untuk memastikan. Hormati selalu hak cipta dan lisensi pada setiap gambar yang Anda download.

Saya tahu, pasti sulit untuk mengingat semua daftar situs di atas, untuk itu silakan bookmark halaman ini untuk referensi sewaktu-waktu Anda butuhkan. Semoga bermanfaat. Oya, Anda bisa menambahkan situs lain? Silakan berbagi melalui kolom komentar.

Salam.

Selasa, 29 Oktober 2013

Menulis Artikel Hebat: Jawab Semua Pertanyaan Ini!

0 komentar
Jika selama ini Anda menghabiskan banyak waktu untuk berpikir (bukannya menulis) ketika membuat sebuah artikel, saatnya merubah kebiasaan tersebut. Seharusnya Anda 'berpikir', sebelum Anda mulai menyusun kata-kata ke dalam bentuk tulisan. Hal ini guna memastikan, anda tidak akan kehilangan poin-point penting dan pokok dari topik yang ingin Anda tuangkan, serta memastikan Anda benar-benar telah 'menguasai' subyek tersebut sebelum menyajikannya kepada pembaca.

Melengkapi artikel saya sebelumnya, yaitu cara membuat artikel yang bagus, kali ini saya tambahkan tips yang akan membuat Anda mampu menghasilkan tulisan lebih cepat dan hasil yang berkualitas.

Cobalah jawab (cukup jawab dengan ringkas dengan mengambil poin-poin utamanya saja) pertanyaan-pertanyaan di bawah ini sebelum Anda mulai menulis. Dengan begitu Anda akan mampu menghasilkan tulisan yang utuh, lengkap, tepat sasaran dan luar biasa!

Inilah pertanyaan-pertanyaan tersebut:
  • Apa poin utama dari artikel ini?
  • Apa gaya penulisan yang digunakan?
  • Apa tujuan yang ingin dicapai?
  • Apa masalah yang dapat dipecahkan, jika ada?
  • Apa yang telah saya ketahui tentang topik ini?
  • Siapa yang akan membaca ini?
  • Siapa yang dapat mengambil manfaat dari ini?
  • Siapa yang akan terpengaruh oleh tulisan ini?
  • Mengapa orang tertarik membaca ini?
  • Mengapa saya menulis tentang ini?
  • Mengapa tulisan ini lebih baik dibanding artikel sejenis lainnya?
  • Mengapa ini berbeda?
  • Bagaimana cara membuatnya lebih baik lagi?
  • Bagaimana artikel ini memberi manfaat untuk pembaca?
  • Bagaimana pembaca akan merespon terhadap ini?
menulis artikel hebat
Jika Anda berpikir, lebih baik menghabiskan waktu untuk benar-benar menulis saja langsung dibandingkan menghabiskan waktu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan 'tak berguna' di atas, maka Anda akan kehilangan satu kemudahan dalam menghasilkan artikel yang bagus, dan sebaiknya pikir kembali!

Jika telah menjawab semua (walaupun hanya secara ringkas dan cepat), Anda akan mampu menulis lebih baik. Ide akan meluncur dengan mudah, dan tangan Anda akan dengan cepat mengikuti irama tumpahan ide tersebut tanpa halangan, jika Anda telah benar-benar mengetahui apa yang ingin disampaikan

Proses menulis akan jauh lebih cepat dan mudah, karena Anda telah memiliki tujuan yang jelas apa yang menjadi tujuan Anda. Pada akhirnya, Anda akan banyak sekali menghemat waktu, dibandingka jika Anda memulai menulis tanpa persiapan.

Di samping itu, Anda lebih menguasai suatu subjek, karenanya Anda akan lebih termotivasi untuk melakukan eksplorasi lebih jauh.

Cobalah! Terapkan pada kesempatan lain Anda membuat artikel baru, dan Anda akan melihat peningkatan kualitas artikel Anda sekaligus memangkas waktu yang dibutuhkan untuk menulisnya. Berikan tanggapan Anda melalui komentar. Semoga bermanfaat.

Salam.

Rabu, 23 Oktober 2013

Bagaimana Cara Tetap Menulis Disaat Tidak Bisa Menulis?

0 komentar
Ada saat-saat tertentu, dimana bahkan seorang penulis 'ulung' yang sangat produktif sekalipun, merasa tidak mampu untuk mulai 'menggoreskan pena'.

Dan jujur, saya mengalaminya selama beberapa waktu belakangan ini. Ya, karena saya baru saja mengalami 'hari-hari yang sulit'.

Bagi Anda yang selama ini mengikuti update dari PortalUang, pasti akan tahu, beberapa waktu belakangan, blog ini hanya menyajikan 1 - 2 tulisan saja dalam seminggu, itupun beberapa adalah posting darurat.

Pada saat saya mencoba kembali untuk menulis, setelah beberapa waktu lamanya tidak menghasilkan satu artikel pun, saya merasa tidak ada kata satupun yang dapat saya tuangkan, saya kehilangan ide, saya kehilangan kemampuan menulis! Bahkan jika mengikuti rasa pesimis, sepertinya saya tidak akan bisa menulis lagi, selama sisa umur saya. Hmmm... terdengar sangat mengerikan bukan?

Lalu bagaimana cara saya keluar dari kesulitan tersebut? Inilah yang ingin saya bagikan kali ini.

Jika Anda pernah mengalami hal seperti itu, satu hal penting: jangan putus harapan! Anda akan dapat kembali produktif menulis setelah melakukan sedikit latihan sederhana untuk mengendurkan 'otot-otot' yang kaku setelah sekian lamanya tidak digunakan. Tentu, latihan ini bukanlah bersifat latihan fisik, tapi lebih kreatif. Ya melatih kreativitas! 

Latihan kreatif untuk kembali menulis:

cara tetap dapat menulis artikel
1. Perbaiki pikiran Anda
Katakan pada diri sendiri: saya ingin menulis! Dan suruh si 'Mr. No' untuk menutup mulutnya! (Mr. No, ini adalah segala pikiran negatif, pesimis, yang selalu mengatakan: Anda malas, Anda tidak bisa, Anda gagal dan sebagainya)

2. Bacalah buku
Membaca terus, sampai Anda menemukan sesuatu yang menarik. Sampai Anda mendapatkan motivasi. Dengan ini pikiran akan semakin terbuka, kemudian ide-ide akan bermunculan dengan sendirinya.

3. Baca posting Anda sendiri atau blog orang lain
Untuk mendapatka kembali mood di topik blog Anda, baca-bacalah kembali posting atau artikel-artikel Anda sebelumnya. Membaca blog orang lain dengan niche yang sama, juga akan sangat banyak membantu.

4. Berkomentar di blog orang
Carilah blog dengan topik yang relevan, bacalah, kemudian tinggalkan komentar Anda. Ini latihan menulis yang sangat bagus, dan sangat membantu Anda menjadi lebih fokus.

5. Buat peta ide tulisan
Pertajam, kumpulkan ide-ide yang sudah Anda dapatkan sejauh ini. Rangkai semua sampai menjadi sebuah draft dalam pikiran Anda.

6. Mulailah menulis!

Nah, sekarang Anda siap untuk menulis lagi. Jangan khawatirkan jika Anda hanya mampu menyelesaikan setengah jalan, toh Anda sedang melakukan latihan bukan? Mulailah lagi dengan tulisan baru. Dan ingat, jangan mengedit proses kreatif Anda sendiri.

Itulah langkah-langkah yang saya lakukan, dan terbukti saya sekarang bisa menulis kembali. Bahkan dengan cara itu, saya bisa  menghasilkan beberapa artikel dalam sehari untuk blog baru saya lainnya.

Bagaimana menurut Anda? Siap kembali produktif bukan? Bagi pengalaman Anda melalui komentar.

Salam.

Selasa, 15 Oktober 2013

Meningkatkan Kualitas Blog dengan Update Posting Lama

0 komentar
Apakah Anda rajin meng-update postingan lama? Sebagai blogger, tentu saja dari waktu ke waktu kita terus meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan wawasan kita dalam blogging. Dan segera ketika kita membuka-buka postingan lama, kita akan menemukan banyak kekurangan pada artikel lama yang ditulis lima bulan yang lalu!

Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya, saya telah menegaskan perlunya melakukan update postingan lama. Namun di artikel tersebut saya tidak merincinya lebih jauh, apa saja yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan kualitasnya. Nah, dalam artikel kali ini saya maksudkan untuk melengkapinya.

Jika Anda rajin menulis posting baru secara teratur, apalagi setiap hari, maka dalam waktu beberapa bulan saja, Anda akan memiliki banyak sekali postingan. Kebanyakan mereka 'terkubur' begitu saja dalam tumpukan arsip blog, tanpa tersentuh oleh pengunjung baru. Sungguh suatu kesia-siaan.

Untuk mengatasi hal tersebut, saya sangat menyarankan kepada Anda, untuk melakukan satu pekerjaan baru, aktivitas rutin yang akan membuat blog Anda semakin moncer. Yaitu, membuka, membaca kembali, kemudian melakukan perubahan-perubahan (update) pada posting / artikel lama Anda.

Apa saja yang perlu diupdate?
Saya sendiri menetapkan jadwal 2 - 3 minggu sekali untuk memeriksa, membaca kembali postingan lama. Saya mulai dari artikel yang pertama kali saya posting, terus secara berurutan. Dan pada setiap artikel tersebut saya melakukan hal-hal berikut:

1. Merubah judul posting
Jika saya merasa bahwa judul posting lama tidak begitu bagus, tidak menarik, tidak SEO friendly, dan saya menemukan judul yang lebih baik, maka segera saya merubahnya. Dan terbukti, beberapa artikel lama saya, yang tadinya hampir tidak pernah dibaca pengunjung, akhirnya dibaca lebih banyak lagi. Siapapun akan setuju, bahwa judul yang menarik, mengandung keyword utama, akan lebih disukai baik oleh search engine maupun pengunjung.

update posting lama
2. Memperbaiki kesalahan tata bahasa, susunan kalimat, ejaan dan sebagainya.
Semakin lama Anda blogging, maka akan semakin merasakan pentingnya hal ini. Sebuah tulisan penuh dengan salah ketik, penggunaan kalimat atau kata yang tidak tepat, dan sebagainya akan membuat kualitas artikel jadi menurun. Dan seiring keterampilan menulis yang semakin baik, Anda akan menyadari bahwa ternyata tulisan lama Anda sulit dicerna, njlimet, dan berputar-putar. Perbaiki hal-hal tersebut, maka kualitas posting lama Anda menjadi lebih baik.

3. Tambahkan gambar atau link yang relevan
Ini adalah hal yang sangat penting. Lengkapi posting lama dengan link terhadap artikel-artikel Anda yang lebih baru yang masih berhubungan. Selain meningkatkan pageview, juga sangat membantu pembaca menemukan informasi yang mereka cari.

4. Berikan nilai tambah, pembahasan yang lebih mendalam
Jika memang kita memiliki data baru, pengetahuan baru, dan melihat pembahasan pada posting lama Anda dapat diperdalam lagi, maka itu adalah hal yang sangat baik. Buat orang yang telah berkunjung ke blog Anda berpikir: "wow, ini sangat luar biasa", "ini benar-benar bermanfaat".

Itulah beberapa hal yang dapat Anda lakukan terhadap posting lama Anda. Saya sendiri, biasanya memberikan opini baru, pengalaman baru, atau memperdalam pembahasan untuk memberi nilai tambah pada posting lama. Bagaimana? Siap dengan rutinitas baru meng-update posting lama? Berikan pendapat Anda melalui kolom komentar.

Jangan hanya karena sebuah artikel dibuat 1 tahun lalu, lalu kemudian dianggap tidak berguna. Posting lama Anda sama berharganya dengan tulisan terbaru Anda! 

Sukses selalu untuk kita semua.

Salam.

Sabtu, 05 Oktober 2013

5 Tips Meningkatkan Kualitas Postingan 10 Kali Lebih Baik

0 komentar
Melengkapi artikel-artikel sebelumnya tentang bagaimana menghasilkan tulisan yang berkualitas, yaitu: strategi jitu membuat konten berkualitas, cara membuat artikel yang berkualitas, serta cara menulis artikel abadi, kali ini ada 5 tambahan trik praktis dan sederhana, tapi telah terbukti dapat meningkatkan kualitas postingan secara nyata.

Inilah 5 trik meningkatkan kualitas artikel Anda: 
(Jika Anda memiliki tambahan tips lainnya, tambahkan tips Anda di kolom komentar, akan sangat bermanfaat untuk kita semua)

1. Buang saja paragraf pertama
Lihatlah kembali beberapa postingan terbaru Anda. Bagaimana jika Anda hapus saja paragraf pertamanya? Apakah tidak kehilangan 'ketajamannya'? Atau apakah justru semakin 'tajam' dan lebih mengena? Coba, seringkali saya merasa tulisan jauh lebih baik, justru dengan menghilangkan paragraf pertamanya!

meningkatkan kualitas postingan blogSudah menjadi kebiasaan banyak blogger (termasuk saya juga), membuat satu atau dua paragraf pembuka, untuk 'pemanasan', yang seringkali berisi hal-hal yang tidak terlalu penting. Pada banyak kasus, paragraf ini dapat dihilangkan sama sekali, dan membiarkan pembaca Anda langsung menuju poin penting artikel Anda. Dan ini adalah suatu hal yang baik.

2. Tulisulang kalimat panjang dan 'njlimet'
Pernahkah Anda, ketika membaca sebuah artikel harus berhenti berkali-kali bahkan harus mengulangi membacanya beberapa kali untuk memahami tujuan penulisnya? Ini benar-benar membuat 'frustasi'.

Ketika Anda  mengedit tulisan, carilah kalimat yang terlalu panjang atau terlalu rumit, kemudian tulis ulang kalimat tersebut menjadi beberapa kalimat yang lebih sederhana dan mudah dipahami.

3. Buat sub judul yang seragam
Salah satu trik menghasilkan tulisan yang baik adalah menjaga sub judul menjadi seragam dan sesuai. Contohnya seperti pada artikel ini, saya menggunakan kata: 'buat', 'buang', 'gunakan', yang semuanya adalah berupa instruksi. Selain itu tetap mempertahankan semua sub judul hanya terdiri dari 4 - 5 kata saja. Cara ini saya yakini dapat mempertajam sebuah tulisan dan lebih mudah dipahami. Hindari sub judul yang tidak seragam.

4. Gunakan 'Anda' Lebih dibandingkan 'Saya'
Kecuali Anda adalah seorang selebritis ternama atau memiliki pembaca yang sangat loyal, pembaca blog Anda biasanya tidak begitu peduli terhadap diri Anda atau pengalaman Anda. Mereka hanya mencari informasi yang mereka cari.

Pastikan tulisan Anda fokus terhadap pembaca, menawarkan sesuatu yang bermanfaat. Nah, cara terbaik untuk tujuan ini adalah dengan mengurangi penggunaan kata 'Saya', dan menggunakan kata 'Anda' lebih sering. 

Dalam hal ini, mungkin Anda harus menulis ulang sebuah paragraf atau beberapa kalimat untuk membuatnya lebih berpusat kepada 'Anda'.

5. Cantumkan ajakan melakukan sesuatu
Lebih sering disebut sebagai 'call to action'. Yaitu ajakan kepada pembaca untuk melakukan sesuatu setelah selesai membaca sebuah artikel, seperti untuk berkomentar, membagikan ke teman melalui media sosial, berlangganan RSS feed dan lain sebagainya.

Biasanya, ajakan ini ditempatkan di akhir tulisan, dimana biasanya pembaca berhenti sejenak sebelum melakuan sesuatu yang lainnya. Namun tentu saja, ajakan ini bisa Anda taruh dimana saja (apakah Anda melihat ajakan di awal-awal artikel ini?). Silakan berkreatifitas dimana menempatkannya lebih baik pada masing-masing artikel.

Salam.

Senin, 30 September 2013

Cara Menulis Artikel Lebih Banyak, Waktu Lebih Sedikit, Hasil Luar Biasa

0 komentar
Biarkan saya mengawali tulisan ini dengan beberapa pertanyaan.

Apakah Anda selalu merasa tidak mampu menulis dengan baik?

Apakah Anda merasa frustasi setiap kali memulai membuat artikel?

Apakah Anda menghabiskan waktu berjam-jam untuk membuat sebuah tulisan berukuran 'sedang', dan tetap berakhir dengan rasa tidak puas terhadap tulisan Anda?

Sekarang, bagaimana kalau saya kasih tahu bahwa ada suatu cara untuk menulis artikel lebih banyak, dengan waktu lebih sedikit, dengan hasil maksimal yang membuat Anda puas?

Nah, inilah yang ingin saya sampaikan kali ini. Dulu, saya pun mengalami hal serupa seperti pertanyaan-pertanyaan di atas. Tapi sekarang tidak lagi. Dan saya pun yakin, jika Anda melakukan panduan dalam tulisan ini, Anda akan mampu keluar dari kesulitan Anda selama ini, persis seperti apa yang telah saya lalui.

Lalu, dimana letak permasalahannya, dan bagaimana cara saya mengatasinya?

Dari pengalaman, saya sekarang telah mengambil kesimpulan, bahwa menulis (writing) dan melakukan pengeditan (editing), adalah dua proses yang berbeda. Yang sayangnya seringkali dicampuradukkan, sehingga membuat produktivitas dan kreatifitas menjadi mandek, tidak mengalir yang akhirnya membuat kita kesulitan menghasilkan tulisan yang bagus.

Mari saya jelaskan lebih jauh.

cara menulis artikel hebat
Menulis ada sebuah proses kreatif. Dimana aliran ide-ide kreatif yang bermunculan di otak harus segera dituangkan dalam bentuk nyata. Jika tidak, maka akan segera lenyap, menguap, ditindih oleh berbagai 'jutaan' pemikiran lain. Dalam proses ini, otak kanan seyogyanya berperan aktif lebih dominan.

Editing, di lain pihak lebih memerlukan pedekatan pemikiran analisa logis. Ini adalah proses dimana Anda menganalisa tulisan Anda secara rasional, memperbaiki berbagai kesalahan yang ada (dan kesalahan itu pasti ada, seperti kesalahan ejaan, penggunaan kata yang tidak tepat, dan sabagainya) yang berasal proses kreatif tadi. Dalam proses ini, otak kiri lebih memegang peranan.

Jadi, jika kedua proses ini dilakukan pada saat bersamaan. Kedua belah otak akan terjadi konflik. Akhirnya Anda akan kehilangan fokus. Dan jika Anda kehilangan fokus, maka aliran kreatif akan berhenti, macet, mandek dan bubar!

Nah, inilah problem utamanya. Sekarang, mari kita lihat lebih jauh. Apakah Anda terdengar akrab dengan kebiasaan seperti di bawah ini:
  • Anda tidak bisa segera memulai untuk menulis. Anda cuma 'memelototi' layar komputer selama 15 menit atau lebih, merasa bosan, tidak bergairah, akhirnya Anda memutuskan menunda sementara untuk memulai menulis. Karena, merasa tidak ada ide apapun yang cukup menggerakan Anda untuk segera menulis.
  • Anda kembali ke depan komputer, beberapa ja kemudian. Tapi? Keadaan tetap sama.
  • Anda merasa frustasi. Tapi di sisi lain, tetap berkeinginan untuk menulis. Anda merasa harus untuk segera menulis.
  • Akhirnya, Anda terpaksa memulai mengetik sederetan kalimat, dan setelah baru menghasilkan beberapa baris, Anda segera merasa gagal membuat artikel yang bagus.
  • Terakhir, Anda berusaha mengedit, memperbaiki kesalahan ketik, ejaan yang tidak tepat, mengganti susunan kalimat dan lain sebagainya.
Pada akhirnya, Anda telah menghabiskan banyak waktu, berjam-jam lamanya untuk menghasilkan beberapa paragraf, mengedit banyak kesalahan, sementara Anda tetap 'mengomel' dalam hati karena tidak puas dengan hasilnya. Sangat menyedihkan bukan?

Lalu, bagaimana mengatasi ini semua? Inilah yang harus Anda dilakukan?
  • Pertama, buang jauh-jauh sikap perfeksionis Anda. Kesempurnaan, tidak langsung jadi. Yang Anda butuhkan adalah segera menulis, terus menulis, tuangkan terus ide Anda, jangan berhenti sampai otak Anda benar-benar kosong!
  • Setelah itu, edit seperlunya. Lalu, tekan tombol Publikasikan (publish).
Simpel. Sederhana sekali!

Apa yang saya lakukan adalah, benar-benar memisahkan antara proses menulis (writing) dengan proses pengeditan (editing), dan itu benar-benar bekerja luar biasa bagi saya. Inilah rahasia saya bisa menghasilkan tulisan-tulisan yang saya sendiri puas ketika selesai membuatnya.

Jika saya simpulkan, inilah hal yang tidak boleh Anda lakukan ketika menulis:
  • Jangan memeriksa ejaan
  • Jangan mencari-cari kata yang tepat melalui kamus atau yang lainnya
  • Jangan menyusun kembali rangkaian kalimat
  • Jangan mencari data pendukung dari Wikipedia atau menggunakan search engine 
  • Jangan melihat dan membaca kembali apa yang Anda tulis
Dan inilah yang perlu Anda lakukan setelah selesai menulis:
Lakukan hal-hal di atas seperlunya. Periksa jika ada ejaan yang salah. Jika diperlukan cari kata dan artinya dari sumber lain. Lengkapi dengan link, data pendukung untuk memperkaya tulisan Anda. Baca dari awal sampai akhir sekali lagi, untuk memastikan semuanya telah tertuang dengan baik.

Inilah pengalaman bagaimana saya mampu menghasilkan tulisan lebih banyak, dengan waktu yang lebih sedikit, dan dengan hasil yang sangat memuaskan, paling tidak bagi saya sendiri.

Memisahkan proses menulis dengan proses mengedit, akan menghemat banyak waktu Anda, membuat Anda menjadi penulis yang lebih baik dan Anda akan puas dengan hasil yang Anda hasilkan. Adakah yang lebih baik bagi seorang blogger?

Mulai sekarang, saran terbaik saya adalah: 
Besok jika Anda duduk di depan komputer Anda untuk menulis, ingatlah untuk tidak memutus aliran kreatif ide-ide Anda sebelum Anda menyelesaikannya. Dan yakin, Anda akan merasakan pengalaman yang sama seperti yang saya alami.

Apakah Anda memiliki pengalaman lain? Silakan berbagi. Semoga bermanfaat.

Salam.

Jumat, 27 September 2013

Dimana Mencari Gambar untuk Blog?

0 komentar
"Dimana saya bisa mendapatkan image untuk blog?"

Itu pertanyaan yang cukup sering ditanyakan kepada saya. Akhirnya saya putuskan untuk menuliskannya kali ini.

Sama seperti kebanyakan orang, pada awal-awal saya blogging, saya hanya mengandalkan Google untuk menemukan gambar saya cari, kemudian menyimpannya, dan menggunakannya untuk melengkapi postingan saya.

Tapi hal ini sebenarnya tidak saya sarankan, karena tidak semua gambar tersebut bisa bebas digunakan, karena memiliki hak cipta. Apalagi bagi Anda yang menjalankan program Adsense, salah-salah memilih, bisa dianggap melanggar hak cipta, sesuatu yang sangat diperhatikan oleh Google. Akibatnya, blog Anda bisa diblacklist oleh Adsense.

Image atau foto memang diperlukan untuk membuat artikel yang bagus. Lalu dimana kita bisa mendapatkan image yang kita perlukan untuk postingan di blog? Inilah 3 tempat yang saya rekomendasikan.

Salah satu tempat mendapatkan gambar berkualitas tinggi. Database-nya pun sangat banyak, kita bisa leluasa memilih gambar yang diinginkan. 

Jujur saya sendiri hanya ketika 'terpaksa' saja mencari gambar di sini, karena memang tidak gratis. Untuk satu buah image, kita harus mengeluarkan $1. Namun, menurut saya itu sebuah angka yang wajar, mengingat kualitas yang ditawarkan.

mencari gambar untuk blog
Kebetulan saya adalah seorang desainer grafis, sehingga seringkali saya membutuhkan banyak image untuk berbagai kebutuhan desain. Dan iStockphoto adalah tempat favorit saya.

Karena tidak gratis, mungkin sebaiknya Anda hanya menggunakan iStockphoto untuk mendapatkan gambar yang benar-benar unik, berkualitas tinggi, seperti misalnya untuk cover ebook. Namun tentu, semua terserah Anda.

2. Stock.Xchng
Saya memang suka sama iStockPhoto, tapi saya lebih suka lagi untuk menghemat uang, hehehe... Sebelum saya 'terpaksa' menuju iStockPhoto, saya biasanya mencari-cari dulu image gratisan, mungkin saja ada yang cocok untuk kebutuhan saya, dan Stock.Xchng adalah tempat terfavorit saya.

Memang database situs ini kalah jauh jika dibandingkan iStockPhoto, tapi kualitas gambarnya terbilang bagus untuk ukuran gambar gratisan. Jadi saya sangat menyarankan untuk mencari gambar yang Anda butuhkan di sini untuk keperluan blog Anda.

Asyiknya lagi, Anda bahkan tidak perlu repot-repot untuk melakukan registrasi, tinggal cari image yang diinginkan, setelah ketemu, tinggal klik kanan, terus save as. Selesai. Praktis.

3. EveryStockPhoto
Ini adalah semacam mesin pencari khusus image gratisan dari berbagai tempat (termasuk EStock.Xchng, Flickr, Wikipedia, Morguefile dan lainnya).

Biasanya kualitasnya kurang begitu bagus, tapi akan berguna ketika Anda mencari gambar yang sangat spesifik, karena fungsi pencariannya cukup bagus.

Nah, itulah 3 sumber image yang selama ini saya pakai untuk berbagai keperluan, termasuk untuk kebutuhan blogging. Semoga bermanfaat.

Salam.

Kamis, 26 September 2013

Strategi Jitu Membuat Konten Segera Setelah Memilih Niche

0 komentar
Ini adalah lanjutan dari tulisan saya sebelumnya, yaitu bagaimana memilih niche terbaik untuk blog Anda. Nah, saya anggap saat ini Anda telah menentukan niche terbaik untuk segera memulai blogging.

Yang saya sampaikan kali ini adalah merupakan pengalaman saya ketika memulai membangun PortalUang. Bagaimana saya segera memulai membuat konten setelah menentukan topik terbaik yang ingin saya angkat.

Namun, saya sampaikan juga sejak awal, bahwa tulisan ini bukan merupakan panduan atau tips bagaimana membuat sebuah tulisan, tapi lebih merupakan 'penyegaran' bagi otak Anda untuk segera memulai membuat konten berkualitas setelah menentukan topik blog, tanpa kesulitan berarti. Lebih tepatnya, mungkin serupa strategi terbaik yang akan membantu Anda menghadirkan konten yang berkualitas pada niche yang telah dipilih.

Untuk tips bagaimana menulis artikel yang bagus, silakan baca artikel cara menulis artikel yang bagus.

tips jitu membuat konten yang bagus
Oke, kita kembali ke pokok bahasan. Dan inilah langkah-langkah yang perlu Anda lakukan, setelah menentukan topik terbaik Anda.


1. Mendata blogger terbaik di niche yang Anda pilih
Inilah yang pertama kali saya lakukan dulu, dan saya sangat merekomendasikan Anda untuk melakukannya juga. Jangan lewatkan langkah ini, karena ini adalah langkah awal yang amat-amat penting, yaitu berupa riset kecil-kecilan. Yang perlu Anda lakukan adalah:

1. Membuat daftar 30 blogger terbaik di niche pilihan Anda

2. Cek seberapa panjang tulisan-tulisan mereka?

3. Tulis berapa banyak pembaca dari masing-masing blog

4. Berapa banyak komentar yang ada?

5. Berapa rank Alexa mereka?

6. Bagaimana mereka memilah kategori artikel?

Inilah 6 elemen penting sebagai bahan baku untuk memulai blogging. Setelah selesai membuat daftar lengkap di atas, waktunya santai sejenak, hehehe.... Amati, baca dan pelajari berbagai aspek masing-masing blog tadi. Jangan lupa buat dulu kopi atau teh panas, biar tambah semangat.

Oke, sekarang lanjut. Dari data-data blog di atas, Anda harus membuat target bulanan. Yaitu target untuk melampaui apa yang sudah dicapai blog dalam daftar tadi. Seperti jumlah pembaca, jumlah komentar, dan rank Alexa. Hanya saja perlu diingat, jangan membuat target lebih dari 6 bulan. Target 6 bulan sudah bagus dan mencukupi, tak peduli berapapun 'angka' yang dimiliki blog pesaing Anda tersebut. 

Saya sendiri dapat mengungguli banyak pencapaian blog-blog yang saya daftar waktu itu, contohnya seperti rank Alexa, dimana saya mampu mengungguli lebih dari 20 blog terbaik di niche mendapatkan uang dari internet hanya dalam waktu 2 bulan.

Selanjutnya, Anda juga perlu melihat lebih jauh ke dalam masing-masing blog tadi. Apakah Anda menemukan 'kekurangan' atau sesuatu yang buruk pada mereka? Seperti misalnya, beberapa blog mungkin menyajikan konten yang cukup bagus, sedangkan lainnya lebih banyak berisi link afiliasi dan yang lainnya lagi hanya berisi artikel 'tidak berguna'. Catat semua. Dari situ lalu Anda tentukan bisa sebagus apa, blog Anda nantinya jika dibandingkan dengan mereka.

Sekarang, coba perhatikan bagaimana masing-masing blog tadi memilah-milah konten mereka berdasarkan kategori. Lihat isi dari masing-masing kategori tersebut. Dari sini Anda akan menemukan ide yang jelas, mengenai konten apa saja yang terpenting, lalu Anda fokus kesitu.

Saya sangat yakin, Anda akan banyak sekali menemukan ide-ide brilian dengan melakukan apa yang sarankan tadi. Sengaja saya tidak akan menuliskan ide-ide tersebut seperti yang dulu saya dapatkan. Biar itu menjadi sebuah 'hadiah kejutan' setelah Anda melakukan apa yang sarankan. Dan sekali Anda menemukannya, saya sangat ingin mendengarnya, tulislah di kolom komentar ide apa yang Anda dapatkan.


2. Menentukan unsur penting dari topik yang dipilih
Ini langkah kedua yang sangat penting. Saya harap Anda memberi perhatian lebih mendalam pada langkah kedua ini. Karena di langkah ini yang akan merubah Anda dari seorang blogger biasa, menjadi blogger yang 'luar biasa'.

Langkah kedua ini saya bagi menjadi 2 bagian, yaitu:
Mencari unsur terpenting topik dan membuat strategi penyajian konten berdasarkan unsur terpenting topik.

Mari kita bahas satu per satu:

a. Mencari unsur terpenting topik (UTT)
Anda harus serius mencari dan menentukan sejak awal, elemen atau unsur yang paling penting dari niche yang Anda pilih. Dari sini Anda akan dengan mudah membuat strategi membuat konten nantinya. Luangkan waktu agak banyak pada tahap ini. Yakin, semua kerja keras Anda akan terbayar lunas pada akhirnya.

Untuk gampangnya, kita ambil contoh, misalkan niche atau topik Anda adalah tentang tutorial Adobe Photoshop, maka bisa jadi daftarnya akan seperti ini:
  • Membuat tutorial dasar Photoshop (dilengkapi video)
  • Membuat ebook gratis tutorial dasar Photoshop 
  • Membuat tutorial tingkat lanjut Photoshop (dilengkapi video)
  • Membuat ebook gratis tutorial tingkat lanjut Photoshop
  • Menulis posting tutorial tentang alternatif terbaik pengganti Photoshop, seperti Corel PhotoPaint misalnya.
  • Menulis posting tutorial tentang sumber-sumber bermanfaat yang berkaitan dengan Photoshop, seperti plugin-plugin, sumber free image dan sebagainya.
  • Menulis posting secara detil tentang menggunakan Photoshop untuk keperluan lainnya, misalnya membuat email html, membuat cover ebook 3 dimensi, membuat animasi sederhana.
  • Membuat ebook berbayar atau membuat konten khusus untuk anggota berbayar, berisi semua posting yang ada plus tips dan tutorial tingkat tinggi khusus untuk anggota.
Jika topik Anda cukup sempit, Anda mungkin dapat membuat 5 - 10 unsur, jika niche Anda agak lebar, Anda mungkin butuh 10 - 20 unsur.

b. Membuat strategi penyajian konten (SPK)
Pada tahap ini, Anda perlu menentukan jumlah postingan sekaligus berapa hari waktu yang diperlukan untuk masing-masing unsur di atas. Tentunya, jumlah dan berapa waktu yang diperlukan amat tergantung dari unsur terpenting niche Anda itu sendiri. Tapi, disini jangan terlalu membuat diri sendiri menjadi sulit. Anggap saja ini merupakan jadwal atau skedul sebagai patokan kapan Anda menyelesaikan masing-masing unsur tadi.

Disini, kembali Anda tidak boleh membuat jadwal lebih lama dari 6 bulan. Tentu saja, Anda dapat menyesuaikan waktu yang digunakan untuk masing-masing unsur, tapi tetap total waktunya tidak boleh lebihd dari 6 bulan. 6 Bulan adalah waktu paling lama bagi Anda untuk menyiapkan semua konten utama blog Anda.

Catatan: membuat singkatan istilah di atas dengan UTT dan SPK, saya maksudkan hanya untuk mempermudah penyebutan selanjutnya saja.


3. Cek jumlah ketersediaan dan konten menarik untuk masing-masing unsur niche
Jika topik Anda adalah berupa tutorial (mengajarkan sesuatu kepada pembaca) seperti contoh di atas, maka coba periksa ketersediaan dan jumlah tutorial yang pernah dibuat orang lain. Gunakan Google Search dan Youtube untuk menemukan berapa banyak tutorial relevan dan berguna yang tersedia.

Jika topik Anda adalah hal umum, seperti berita, olah raga dan hiburan, periksa konten menarik yang tersedia. Kembali. gunakan Google Search dan Youtube untuk menemukannya.

Sebagai contoh, saya coba melakukan pencarian di Google dengan kata kunci "cara desain email html dengan photoshop", memang Google menghasilkan lebih dari 59 juta hasil, tapi di halaman pertama saya hanya menemukan 2 konten yang relevan, itu pun dua-duanya berbahasa Inggris, dan tidak ada satu pun hasil konten relevan berbahasa Indonesia. Artinya apa? Artinya, jika saya kemudian membuat artikel dengan tema tersebut, saya yakin dalam waktu singkat artikel itu akan mendapatkan banyak visit dari mesin pencari. Terdengar bagus bukan?

Ketika Anda memeriksa konten yang telah ada tadi, cek juga konten dalam bentuk lainnya, seperti image, video, komik, peta dan sebagainya. Jika Anda menemukan cukup banyak konten dalam bentuk tulisan, tapi sedikit sekali dalam bentuk video, maka Anda harus bertekad untuk membuatnya dalam bentuk video, betapapun Anda harus bekerja keras untuk membuatnya. Ini akan membuat blog Anda menjadi luar biasa.

Berikutnya, cobalah untuk segera membuat konten yang paling sedikit ketersediaannya. Jika, Anda membuat konten dengan sedikit pesaing, maka konten Anda akan dengan cepat menempati halaman pertama pada mesin pencari. Ini cara yang sama, yang saya lakukan ketika membuat artikel 'cara mendapatkan uang dari Youtube'.


4. Jangan tunggu saat sempurna
Camkan 2 hal berikut ini:

1. Anda tidak butuh membuat artikel berseri saat ini
Yang menjadi salah satu penghalang blogger pemula untuk segera membuat konten, adalah berpikir bahwa mereka harus menyajikan konten secara runut, dari A - Z. Seperti misalnya, jika topiknya tutorial blogging for money, mereka berpikir untuk membuat artikel yang dimulai dari cara mendaftarkan domain sampai bagaimana cara mendapatkan uang dari blog. Menurut saya hal ini adalah sia-sia dan membuang-buang waktu.

Anda memang perlu membuat konten berdasarkan UTT, tapi selama Anda membuat konten berdasarkan UTT, Anda tidak perlu terlalu khawatir terhadap urutannya. Sebagai blogger baru, tidak ada orang yang tertarik untuk mengikuti Anda langkah per langkah. Jadi, saat ini juga, tulislah apapun yang telah Anda ketahui. Pada saatnya nanti, ketika Anda telah mendapatkan cukup banyak trafik dari mesin pencari, Anda dengan mudah dapat mengurutkan tutorial Anda secara runut, jadikan sebuah ebook, dan berikan kepada pembaca Anda.

2. Jangan tunggu desain blog Anda sempurna
Tidak perlu berharap desain blog tampak sempurna dan bagus sejak dilihat oleh pembaca pertama Anda. Pilih saja desain yang 'bersih' dan simpel untuk memulai. Ketika blog Anda telah mulai menghasilkan, Anda kemudian dapat menggunakan uang tersebut untuk memperbaiki desain menjadi lebih bagus lagi. Untuk saat ini, menggunakan template gratisan pun sudah cukup untuk memulai blog yang sukses.


5. Buatlah minimal 5 artikel sebelum mempublikasikan blog
Saya sendiri menyiapkan 3 artikel di hari pertama, 3 artikel di hari kedua dan 8 artikel bersambung tips sukses Adsense di hari ketiga. Tapi tetap saya sangat menyarankan paling tidak 5 artikel sekaligus di hari pertama, saya yakin blog Anda akan lebih hebat dari blog saya.

Kenapa saya menyarankan hal ini? Paling tidak ada 2 alasan utama:
1. Mencegah drop dan kehilangan semangat di awal-awal blogging
2. Anda dapat fokus untuk mendatangkan trafik awal di minggu pertama Anda meluncurkan blog baru.

Selain itu, dengan memposting banyak artikel sekaligus di awal-awal, akan mendapatkan perhatian lebih, baik dari pembaca maupun dari search engine. Cobalah!


6. Tambahkan gambar pada postingan, akan lebih baik lagi tambahkan video
Jadikan hal ini sebuah kebiasaan setiap kali Anda membuat postingan. Jadi, lakukanlah sejak posting pertama Anda. Selalu gunakan minimal satu buah gambar pada setiap postingan.

Kemudian, berusahalah untuk membuat video. Apapun topik Anda, entah berupa tutorial, hiburan atau apapun, buatlah sebuah video! Masukkan logo juga link menuju blog Anda pada video yang dibuat, dengan begini Anda akan mendapatkan banyak trafik tambahan. Selain itu, akan sangat membantu dalam rangka membangun brand.

Jika Anda belum mau membuat video sendiri, Anda bisa menyematkan video orang lain yang relevan dan bermanfaat untuk pembaca. Pengunjung akan senang dan menghargai usaha Anda tersebut.

Nah, itulah 6 langkah dan strategi untuk memulai membuat konten, segera setelah Anda menentukan topik terbaik untuk blog Anda. Jika Anda mengikuti panduan ini dengan baik, saya yakin Anda akan tampil beda dan keluar dari 'kerumunan' ribuan blogger lain. Kerja keras, pada akhirnya akan memberikan hasil sepadan yang menyenangkan.


Kesimpulan akhir

1. Amati, telaah dan pelajari secara cermat blog terbaik dengan niche yang sama. Lalu buatlah target bulanan untuk 'mengalahkan' pencapaian mereka.

2. Buatlah rencana yang jelas untuk menarik perhatian sebesar-besarnya dari pembaca niche Anda. Anda perlu secara kreatif mencari celah bagaimana mendapatkannya.

3. Temukan konten dengan ketersediaan dan relevansi paling sedikit, lalu segera buatlah konten dengan tema tersebut.

4. Jangan menunggu kesempurnaan.

5. Siapkan minimal 5 konten sebelum menerbitkan blog.

6. Tambahkan nilai lebih pada setiap artikel, dengan menambahkan gambar, jauh lebih baik jika berupa video.

Semoga apa yang saya bagikan dapat membantu Anda membangun blog yang lebih baik, tanpa harus mengalami kegagalan seperti yang pernah saya alami dulu.

Jika saat ini Anda seorang blogger, saya sangat senang jika Anda dapat berbagi pengalaman. Bagaimana dulu Anda memulai membuat konten di awal-awal ngeblog? Silakan manfaatkan kolom komentar untuk menambahi, berbagi pengalaman Anda sendiri ataupun bertanya hal-hal yang masih kurang dipahami. Sukses untuk kita semua.

Salam.

Selasa, 24 September 2013

Cara Memilih Niche Terbaik Untuk Memulai Blogging

0 komentar
PortalUang bukanlah blog pertama saya. Bukan juga yang kedua atau yang ketiga, nyatanya PortalUang adalah blog kelima saya!

Seperti kebanyakan orang yang baru 'berkenalan' dengan dunia blogging, saya pun melakukan banyak kesalahan ketika memulai ngeblog. Tapi dari kesalahan itu, justru saya mendapatkan banyak pengalaman dan pembelajaran. Yang pada gilirannya, pengalaman serta hasil pembelajaran tersebut, saya terapkan untuk membangun blog kelima saya ini, yaitu: Portal-Uang!

Memang, belum banyak yang sudah saya capai dari blog ini, tapi setidaknya ada perubahan dan peningkatan yang sangat siginifikan dibanding dengan blog-blog saya sebelumnya. Salah satu yang paling jelas terasa adalah keinginan mendapatkan uang dari blog dengan hasil yang cukup memuaskan, akhirnya dapat saya raih melalui blog ini.

cara memilih niche blog
Untuk itu, kali ini saya mencoba ingin berbagi pengalaman. Pengalaman yang berangkat dari kegagalan saya membangun blog pertama saya. Juga bagaimana saya memulai membangun blog PortalUang, yang sejauh ini, saya anggap cukup memberikan hasil memuaskan.

Kesalahan paling umum dilakukan oleh blogger pada saat memulai blogging

Ketika pertama kali dulu saya membuat sebuah blog, saya tidak tahu topik apa yang ingin saya angkat. Akhirnya saya menulis semaunya. Saya menulis tentang apa saja yang terlintas dalam benak. Hari ini saya menulis tentang buku favorit yang saya baca, besoknya saya menulis tentang olahraga, besoknya lagi saya menulis tentang desain. Begitu seterusnya. Melompat dari satu topik ke topik lainnya. Dan ternyata ini adalah sesuatu yang salah! Langkah pertama untuk mencapai sukses dalam blogging adalah, kita harus memilih dan menentukan niche terbaik terlebih dahulu! 

Nah, melalui tulisan ini saya ingin berbagi bagaimana memilih niche yang baik dan benar. Tentu saja, ini bersifat subyektif, karena berdasarkan pengalaman pribadi saya sendiri.

Inilah kesalahan terbesar yang dilakukan banyak blogger pada saat memulai blogging!

Apakah Anda melakukan hal yang sama? Nyatanya, memposting berbagai ide secara acak, tidak akan banyak membantu untuk mengembangkan blog Anda mencapai level lebih tinggi.

Namun, sebelum kita membahas lebih jauh, saya ingin mengajukan satu pertanyaan: 'Bagaimana Anda mengartikan blogging itu sendiri?'

"Menulis konten untuk mesin pencari, memasang iklan semisal Adsense, mendapatkan klik iklan dari pengunjung, lalu mengharapkan mengalir uang banyak dari Adsense?" 

Apakah seperti itu? Jika Anda mengartikan 'blogging' seperti itu, maka Anda boleh berhenti membaca tulisan saya sampai di sini, karena saya bukan orang yang tepat untuk memberi panduan kepada Anda.

Alasan saya menyampaikan hal ini, adalah karena pengalaman saya selama blogging adalah melakukan banyak hal:
  • memilih niche yang kuat
  • menulis konten yang berkualitas
  • menyajikan konten dalam format lain (seperti video)
  • mengindentifikasi sumber trafik potensial untuk niche yang dipilih
  • mencari trafik dari sumber yang belum tersentuh
  • membangun brand dan nama blog, dan
  • dan memilih sumber penghasilan alternatif (kita semua ingin mendapatkan uang bukan?) 
Bagaimana? Jika Anda memiliki 'pemikiran' yang sama, saya berharap kita bisa melanjutkan pembahasan ini bersama-sama dan jalan bareng mencapai kesuksesan.

saran memilih topik blog yang bagus
Sebuah saran yang tidak berguna!
Jika Anda pernah membaca beberapa postingan blog tentang tips memilih sebuah niche untuk memulai membangun sebuah blog, saya yakin minimal Anda pernah menemukan tips-tips berikut ini:

1. Gunakan Google Adwords Keyword Tool (sekarang telah diganti dengan Keyword Planner) atau alat riset keyword lainnya.

2. Melakukan analisa terhadap thread terbaru mengenai topik tersebut pada forum-forum terkemuka.

3. Memeriksa suatu keyword di Google Search, apakah ada cukup pengiklan terhadap keyword tersebut.
      Sekilas, 3 tips di atas tampak oke untuk dijalankan. Tapi, ketika saya bertanya kepada mereka yang menyarankan tips ini, apakah mereka melakukannya dulu sewaktu memulai blogging? Kebanyakan dari mereka, anehnya menjawab: tidak!

      Nah loh! Bagaimana bisa saran tersebut dapat mengantarkan kesuksesan? Jika bahkan mereka sendiri tidak melakukannya! Sungguh menurut saya sebuah tips yang tidak berguna. Dan saya: sangat, sangat, sangat tidak menyarankan tips tidak berguna tersebut!

      Lalu, bagaimana cara yang benar untuk memilih sebuah niche?

      Saya harap Anda ikuti uraian berikut dengan seksama. Hampir di setiap artikel yang pernah saya baca tentang cara memilih sebuah niche, semua adalah melulu tentang 'gairah'. Tentang Passion!

      Semua blogger senior mengatakan: Anda harus memilih niche yang Anda bergairah di dalamnya. Dimana Anda bersemangat, Anda berantusias tinggi, Anda sangat meyukai topik tersebut. Dan memang, dalam banyak hal, ini adalah benar. Mengerjakan sesuatu yang Anda sangat bergairah di dalamnya, sesuatu yang begitu Anda sukai, pastinya akan memberikan hasil akhir yang luar biasa.

      Jika saat ini, Anda telah memiliki gairah terhadap suatu topik atau niche tertentu, maka Anda tidak lagi butuh melanjutkan membaca artikel ini sampai tuntas.

      Mari kita ambil contoh, misalnya Anda benar-benar sangat menyukai kucing peliharaan Anda, maka Anda sungguh tidak butuh riset apapun untuk memulai blogging. Anda dapat segera membuat blog mengenai segala hal tentang kucing peliharaan Anda, beserta segala aspeknya. Atau contoh lain. Misalkan Anda sangat menyukai kegiatan bersepeda, maka Anda dapat segera memulai blogging tentang itu.

      Kesimpulannya: jika Anda telah memiliki gairah, kecintaan, kegemaran, semangat, terhadap suatu topik tertentu, maka Anda tidak perlu melakukan pencarian apapun!

      Tapi tunggu dulu! Saya tahu (karena saya juga mengalaminya), betapa sulitnya bagi kebanyakan orang untuk menemukan suatu topik, dimana kita memiliki gairah yang cukup di bidang itu dan segera memulai membangun blog.

      Selain itu, apakah benar gairah dan kecintaan luar biasa dalam suatu hal, merupakan satu-satunya cara sukses membangun blog?

      Mari kita lanjutkan pembahasan. Saya anggap Anda, saat ini, adalah orang yang belum memiliki gairah yang cukup untuk memulai blogging (mohon maaf dengan asumsi saya ini). Namun, jika Anda masih membaca tulisan saya sampai sejauh ini, saya harap kesimpulan saya bisa menjadi penuntun yang benar untuk menemukan niche Anda. Niche terbaik yang ingin Anda geluti.

      Nah, inilah langkah-langkah yang perlu Anda lakukan secara runut.

      1. Jangan mencari gairah, cukup ciptakan saja gairah untuk belajar
      Jika saat ini, Anda belum memiliki topik yang Anda bergairah di dalamnya, Anda tetap dapat sukses dan menjadi blogger profesional. Dari pengalaman saya pada saat memulai blogging, seperti yang telah saya singgung di atas, saya tidak memiliki topik yang benar-benar membuat saya bersemangat di dalamnya. Karenanya, memang terbukti saya gagal.

      Lalu bagaimana saya menemukan jalan keluar dari kebuntuan itu dan memulai PortalUang? Inilah yang saya lakukan; saya menciptakan gairah untuk belajar segala sesuatunya! Ya, cuma itu. Satu hal yang sangat sederhana, namun sangat efektif. Satu hal yang dapat meningkatkan trafik 1000%, bila dibandingkan dengan blog-blog saya sebelumnya.

      Satu hal lagi. Jika Anda dapat terus menjaga gairah mempelajari segala sesuatunya, maka Anda dapat memilih topik apapun yang Anda inginkan! Karena dengan terus menambah pengetahuan di satu bidang tertentu, maka otomatis Anda akan mampu menyajikan konten yang luar biasa., konten yang menginspirasi, konten yang dicari banyak orang.

      memilih niche terbaik blog
      Dalam kasus saya sendiri. Pada awalnya saya tidak memiliki pengetahuan yang memadai tentang Google Adsense, meskipun saya telah menjalankan Adsense jauh sebelum membuat blog PortalUang. Tentu saja, akibatnya saya gagal mendapatkan hasil maksimal dari situ.

      Kemudian saya memutuskan, menciptakan gairah untuk belajar banyak tentang Adsense, lalu menerapkannya dan menyampaikannya kembali kepada orang lain melalui blog ini. Hasilnya, penghasilan Adsense saya naik lebih dari 50 kali lipat dari sebelumnya. Begitu pula halnya mengenai topik Youtube, dan topik blogging for money secara umum.

      Mungkin ada satu pertanyaan di benak Anda saat ini: 
      Apakah memiliki gairah untuk mempelajari satu topik tertentu dapat membuat saya sukses di topik yang sebelumnya tidak begitu saya sukai? Apakah dengan itu, menjamin saya bisa menyajikan tulisan secara konsisten? Jawabannya adalah: Ya. Anda bisa!

      Pada tulisan berikutnya, Insya Allah saya akan membahas mengenai cara menulis konten pada topik yang sebelumnya tidak begitu kita sukai. Tapi, untuk hari ini, cukuplah Anda membuat pilihan menentukan topik blog Anda.

      Bagaimana? Saya berharap, sekarang Anda tidak lagi bingung dan takut untuk memilih sebuah topik yang sebelumnya Anda tidak begitu menyukai atau bergairah di dalamnya. Katakanlah pada diri sendiri, mulai saat ini, hanya dengan bekal gairah, semangat dan kecintaan untuk terus belajar, saya dapat sukses menjadi blogger profesional.

      Sampai disini, berarti Anda telah menyelesaikan 25% tahapan dalam memilih niche blog Anda dengan benar.

      2. Membuat daftar topik
      Sekarang saatnya membuat daftar topik. Tulislah 5 - 10 topik tertentu. Tidak perlu terburu-buru. Bila perlu, habiskan waktu 2 - 3 jam untuk melengkapi daftar topik Anda.

      Memang butuh sedikit 'perjuangan' untuk membuat daftar lebih dari 3 - 4 topik. Kenapa? Karena, setiap kali Anda memilih sebuah topik, otak Anda langsung berpikir bahwa Anda sedang memilih topik untuk tujuan blogging, sehingga Anda lalu berpikir, nanti darimana saya belajar tentang ini, apakah nanti saya bisa konsisten menulis, dan sebagainya.

      Itu salah! Ini adalah penghalang pertama bagi keberhasilan Anda. Anda harus bebaskan pikiran. Anda saat ini hanya perlu memilih topik saja. Tidak perlu memikirkan dulu tentang blogging!

      Oke, sekarang cobalah untuk lihat sekeliling Anda. Lihat acara TV favorit Anda. Lihat website yang paling Anda sukai, dan lain sebagainya. Buatlah daftar topik dari apa yang Anda lihat tadi. Tulislah semua topik yang menurut Anda mungkin populer dan menarik. Dan, mungkin daftar topik Anda akan seperti ini:

      Dari hasil melihat sekeliling diri Anda sendiri:
      1. Hewan peliharaan kesukaan Anda
      2. Perabotan rumah tangga
      3. Handphone (gadget) 

      Dari hasil melihat websites atau blog favorit:
      4. Facebook
      5. Youtube
      6. Portal Uang?

      Dari hasil melihat apa yang Anda cari terakhir di Google:
      7. Bagaimana menghilangkan jerawat?
      8. Video lucu?

      Atau Anda keluar rumah, dan Anda mendapatkan topik:
      9. Mobil dan Sepeda
      10. Berkebun

      Sekarang, Anda sudah memiliki daftar 10 topik, hanya dengan cara melihat sekeliling dan sedikit pikiran kreatif.

      Nah, sampai di sini, Anda telah mencapai 50% proses memilih niche blog Anda. Selamat, saatnya membuat teh hangat untuk menyegarkan badan, hehehe....

      3. Mempersempit topik Anda
      10 topik yang telah Anda pilih tadi, saya yakin masih terlalu lebar, terlalu luas. Anda akan mengalami kesulitan untuk memenangkan 'persaingan' dengan mengangkat topik yang terlalu melebar.

      Anda butuh keahlian dan semangat lebih untuk sukses blogging dengan topik yang lebar dalam waktu singkat. Dan saya berani memastikan, jika Anda memiliki keahlian lebih (juga gairah lebih tentunya), maka Anda tidak butuh persiapan apapun untuk memulai blogging. Tidak pula perlu menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk membuat daftar topik. Bukan begitu?

      Jadi sekarang, Anda perlu dan harus mempersempit daftar topik Anda tadi. Semakin spesifik dan mengerucut topik Anda, semakin lempang jalan meraih sukses dalam blogging.

      Lalu, bagaimana cara mempersempit topik tadi?

      Sebagai contoh, dari daftar diatas, akhirnya Anda memilih topik handphone (gadget). Jika Anda menulis tentang gadget secara umum, maka Anda akan kesulitan mendapatkan pembaca setia. Tapi, sebelum Anda melakukannya, mungkin Anda akan berpikir:

      "Jika saya mempersempit topik, maka saya nanti tidak akan mendapatkan pengiklan secara maksimal, karena lebih sempit jangkauannya. Dan itu berarti potensi pendapatan saya akan berkurang." 

      Masih ingat 'penghalang pertama' di atas? Nah, ini adalah penghalang kedua. Yang akan membatasi Anda. Saya berani bertaruh, jika pun Anda blogging dengan topik yang melebar, tidak spesifik, penghasilan Anda tidak akan lebih besar, bahkan jika dibandingkan dengan penghasilan terendah, jika Anda blogging dengan topik yang spesifik. Jika Anda membaca banyak artikel-artikel saya sebelumnya, Anda akan mudah menemukan jawabannya.

      Jadi? Ya Anda harus mempersempit topik yang Anda pilih. Sekali Anda telah memulai blogging dengan topik yang sempit selama 3 - 6 bulan pertama, maka pembaca setia Anda ingin tahu lebih jauh tentang diri Anda. Nah, pada saat itu lah, Anda dapat memperluas topik Anda sedikit demi sedikit secara perlahan.

      Mari kita lanjutkan!

      Dari 10 daftar topik di atas, saya mencoba untuk mempersempitnya. Membuatnya lebih spesifik lagi. Contohnya seperti ini:

      1. Hewan peliharaan kesukaan Anda > Kucing
      2. Perabotan rumah tangga > Televisi, atau lebih sempit lagi > HD Televisi, LED Televisi
      3. Hanphone (gadget) > Samsung (merk pabrikan handphone), Telkomsel (operator selular)
      4. Facebook > Membuat, desain, promo fanpage facebook untuk blogger
      5. Youtube > Pemasaran produk melalui Youtube
      6. Portal Uang > Sukses menjalankan afiliasi
      7. Bagaimana menghilangkan jerawat? > Mencegah, mengobati jerawat dengan herbal
      8. Video lucu? > Bayi lucu > Kejadian kecelakaan lucu
      9. Mobil dan Sepeda > Kegiatan bersepeda
      10. Berkebun > Mesin pemotong rumput

      Anda dapat meneruskan membuat sub-topik lainnya, yang lebih sempit dan lebih spesifik.

      Sudah? Bagus sekali, berarti Anda telah menyelesaikan 75% proses pemilihan niche blog Anda. Yuk, kita lanjutkan.

      4. Membuat pilihan akhir
      Saatnya Anda memutuskan pilihan terbaik. Di tahap ini ada 2 hal yang mesti menjadi pertimbangan, yaitu:

      1. Ketersediaan konten dari masing-masing topik yang dipilih
      Ketika Anda memilih sebuah topik, tidak perlu mempertimbangkan seberapa populer topik tersebut. Saya melakukan eksperimen hal ini pada PortalUang, dengan mengawali menulis 2 topik berbeda, yaitu topik Google Adsense dan Youtube. Keduanya adalah topik yang sangat populer.

      Pertama 30 hari pertama, saya menulis tentang mendapatkan uang dari Adsense. Kemudian saya lanjutkan dengan menulis tentang mendapatkan uang dari Youtube hanya dalam waktu 5 hari! Bagaimana hasilnya? Ternyata rata-rata kunjungan dari search engine (Google) pada topik Adsense (yang 6 kali lipat lebih banyak menghabiskan waktu) sama dengan kunjungan pada artikel dengan topik Youtube. Terdengar aneh?

      Dua-duanya adalah topik yang sangat populer. Tapi, ada perbedaan besar dalam kunjungan dari Google. Kenapa bisa begitu? Setelah saya meneliti lebih jauh, akhirnya saya menemukan alasan yang masuk akal di sini, yaitu: perbandingan antara ketersediaan konten yang ada terhadap suatu topik tertentu dengan banyaknya permintaan terhadap konten tersebut. 

      Dan nyatanya, Google Adsense memiliki ketersediaan sumber yang sangat banyak, baik berupa artikel atau pun video. Sehinga agak sulit untuk memenangkan persaingan. Sebaliknya, masih sedikit yang menyediakan sumber referensi tentang mendapatkan uang dari Youtube, jadi tidak aneh dalam waktu 1 minggu, artikel 'mendapatkan uang dari Youtube' memberi trafik cukup besar, dan berhasil nongkrong di posisi puncak pencarian Google.

      Nah, kesimpulannya: buatlah analisa topik mana yang memiliki ketersediaan paling sedikit. Lalu, pilihlah topik tersebut untuk memulai blogging.

      2. Bagaimana cara Anda menghasilkan uang dari blog?
      Ini faktor kedua, yang menjadi pertimbangan dalam menentukan pilihan akhir dalam memilih topik blog. Apakah Anda berencana membuat dan menjual e-book setelah sukses blogging dalam 6 bulan ke depan? Apakah Anda berniat mengeluarkan produk fisik untuk dijual? Atau Anda hanya ingin menjalankan bisnis afiliasi? Atau mungkin Anda ingin ingin meraih pengiklan langsung di blog Anda?

      Tentukan metode yang akan Anda gunakan untuk mendapatkan uang dari blog, kemudian tentukan niche mana yang memberikan peluang lebih besar untuk tujuan tersebut. 

      Sebagai contoh, jika Anda berniat menjual produk fisik, maka Anda dapat menulis tentang 'kucing dan pembelian, stok dan alat bantu untuk kucing yang cacat', misalnya. Jika Anda lebih memilih menggunakan periklanan model PPC, Anda bisa memilih untuk blogging dengan topik merk gadget tertentu. Jika ingin menjalankan afiliasi, maka Anda bisa memilih blogging tentang produk-produk online mereka.

      Nah, jika Anda telah menyelesaikan tahap ini, maka selesai sudah 100% tahapan dalam memilih niche blog Anda. Jangan terlalu membuat proses ini menjadi sesuatu yang sulit. Kerja keras Anda nanti, pada gilirannya akan menentukan kesuksesan Anda dengan sendirinya.

      Jika saat ini, Anda telah memiliki blog, dan terlanjur mempunyai beberapa artikel yang 'tidak sukses', buang saja. Ganti dan mulailah fokus dengan topik yang barusan Anda pilih. Atau pun mungkin saat ini Anda memiliki cukup banyak artikel 'tidak sukses', dan Anda ingin tetap mempertahankannya, itu tidak jadi masalah, Anda tetap bisa melanjutkannya dengan topik spesifik yang baru Anda tentukan tadi.


      Kesimpulan akhir
      Jangan memilih topik yang 'mudah' untuk ditulis setiap harinya, yang tidak ada tantangan untuk memperdalam dan memperluas pengatahuan. Karena, jika yang Anda sajikan sesuatu yang 'terlalu mudah', maka tidak ada nilai lebih yang diberikan kepada pembaca.

      Saya pun tidak menulis panduan ini untuk mereka yang (maaf) 'malas' dan ingin kerja sedikit saja. Blogging sungguh membutuhkan kerja keras. Bahkan jujur saya katakan, mungkin blogging adalah pekerjaan paling berat, paling melelahkan dan paling banyak menyita waktu yang pernah saya jalani.

      Rasa malas, dapat dengan cepat menghentikan Anda kapan saja.

      Akhir kata, saya ingin mendengar pengalaman Anda semua tentang pokok bahasan tulisan ini. Atau mungkin Anda memiliki tips dan strategi yang lebih baik? Silakan berbagi melalui kolom komentar. Sukses untuk kita semua.

      Update: Saya telah menulis lanjutan artikel ini, yaitu Strategi Jitu Membuat Konten Segera Setelah Memilih Niche

      Salam.

      Followers

       

      Blogspot.com. Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com